MediaTek Dimensity 1300 Setara Apa? Ini Dia 5 Chipset Pesaingnya


Pada September 2022, Vivo Indonesia meluncurkan ponsel yang cukup menarik yakni Vivo V25 Pro 5G. Namun, artikel ini tidak akan fokus pada HP. Pembahasan vivo V25 Pro 5G bisa dilihat di artikel Kelebihan dan Kekurangan Vivo V25 Pro 5G.

Chipset yang digunakan pada Vivo V25 Pro 5G yang akan dibahas yaitu MediaTek Dimensity 1300. Seperti namanya, chipset ini merupakan hasil pengembangan dan penerus dari seri Dimensity 1200. Tak heran jika chipset ini mampu berjalan 64- aplikasi bit seperti dan di seri sebelumnya.

Dimensity 1300 diproduksi menggunakan proses 6nm. Prosesor octa-core ini terdiri dari 1 core Cortex A78 pada 3GHz, 3 core Cortex A78 pada 2,6GHz, dan 4 core Cortex A55 pada 2.0GHz.

Menariknya, MediaTek hanya melakukan sedikit perubahan pada seri terbaru ini. Perubahan tersebut menyangkut performa chipset yang telah ditingkatkan dan tentunya memiliki performa yang lebih baik dari seri Dimensity 1200.

Sejumlah perubahan yang diperkenalkan dengan chipset ini adalah kemampuan untuk mendukung kamera ISP hingga 200MP. Ada juga tambahan hardware yang bisa mempercepat proses decoding AV1 sehingga streaming video 4K lebih lancar dan cepat.

Selain itu, chipset MediaTek Dimensity 1300 memungkinkan produsen HP untuk menambahkan teknologi AI untuk pemotretan dan perekaman cahaya rendah. Teknologi AI juga memberikan penggabungan eksposur yang lebih realistis untuk bidikan yang lebih baik.

Perbaikan berlanjut dalam teknologi HyperEngine. Seri ini sudah menggunakan HyperEngine 5.0. Teknologi ini mempengaruhi kualitas gambar dan grafis, serta koneksi jaringan ketika ponsel digunakan untuk game.

Dari segi spesifikasi lainnya, chipset kelas atas ini masih memiliki spesifikasi yang tidak jauh berbeda dengan chipset premium lainnya, seperti dukungan RAM hingga 16GB, GPU Mali G77 MC9, hingga layar beresolusi 2520 x 1080 piksel. Tentunya chipset ini juga mendukung konektivitas dual SIM 5G.

Saat ini,, setelah berkenalan dengan informasi lebih detail dan SoC MediaTek Dimensity 1300, mungkin Anda memiliki pertanyaan, apa yang sesuai dengan MediaTek Dimensity 1300? Carisignal juga memperkenalkan lima chipset yang setara dengan chipset Dimensity ini.

Baca juga  10 Aplikasi Note dan Memo Terbaik di Smartphone Android

Perlu dicatat bahwa lima chipset yang kami jelaskan di sini tidak benar-benar setara. Namun, kinerja secara keseluruhan dapat bersaing atau tetap dalam kisaran yang sama. Berikut lima chipset yang sebagus MediaTek Dimensity 1300.

1. Snapdragon 888 5G

Snapdragon 888

Snapdragon 888 5G adalah Snapdragon SoC Qualcomm yang diproduksi pada proses 5nm dengan konfigurasi octa-core. Konfigurasi prosesor delapan inti Yang kuat terdiri dari satu blok Kryo 680 Prime (2,84 GHz) sebagai intinya. kinerja tinggi tiga 680 inti emas (2,42 GHz) dan empat blok Kryo 680 Silver (1,8 GHz) sebagai inti hemat energi.

Yang membuat chipset ini semakin menarik adalah hadirnya fitur yang mendukung pengambilan gambar dalam kondisi minim cahaya di titik 0,1 lux.

Untuk komponen lainnya, Snapdragon memasang GPU Adreno 660. GPU ini dikatakan mampu memberikan peningkatan performa hingga 35% dibandingkan GPU Adreno di Snapdragon 865.

Tak hanya itu, GPU ini juga 20% lebih hemat dari generasi sebelumnya. Selain itu, SoC ini juga dilengkapi prosesor AI Hexagon 780 terbaru, tiga prosesor gambar Spectra 580, dan modem X60 5G internal.

Komponen dan teknologi yang terpasang pada chipset Snapdragon 888 memberikan sejumlah keunggulan pada SoC ini. Mulai dari resolusi layar WQHD+ refresh rate tinggi yang sudah didukung, dukungan resolusi kamera hingga 200MP dan yang cukup menarik, perekaman video 8K 30fps dalam HDR10+.

Dalam tes Nanoreview, Snapdragon 888 mampu mencetak 807.864 poin di AnTuTu. Sedangkan untuk SoC single-core dan multi-core yaitu 1136 dan 3718 menurut pengujian GeekBench 5.

Chipset performa tinggi ini digunakan di OPPO Find X3 Pro, OPPO Find N, Realme GT 5G dan Asus Zenfone 8.

2. Apple A15 Bionic

A15 BionicSumber: Apple

SoC Apple A15 Bionic dilengkapi dengan teknologi canggih. Ini bukan hanya fiksi, mengingat chipset ini dibangun pada proses 5nm, yang lebih kecil dari beberapa chipset premium lama yang masih dibangun pada proses 7nm.

Baca juga  7 Perbedaan Smartphone realme Narzo 50 dan Narzo 50 5G

Chipset TSMC ini memiliki 15 miliar transistor. Jumlah transistornya lebih banyak dari A14 Bionic yang hanya sekitar 11 miliar transistor. Selain itu, chipset berperforma tinggi ini memiliki kemampuan yang lebih cepat dan teknologi pemrosesan grafis yang ditingkatkan.

Dari segi teknologi, Apple A15 Bionic masih menggunakan dua core komputasi berperforma tinggi dan empat core untuk menghemat daya. Performa intinya juga cukup tinggi.

Menurut Nanoreview, Apple A15 mencetak 792.323 pada AnTuTu v9. Dalam hal skor SoC single-core dan multi-core 1741 dan 4815, menurut benchmark GeekBench 5, skor kemampuan grafis GPU dalam aplikasi 3D Mark Wild Life adalah 9524.

Apple A15 Bionic sendiri digunakan pada seri iPhone 13, serta Apple iPhone 14 dan iPhone 14 Plus. Untuk Apple iPhone 14 dan iPhone 14 Plus, GPU Bionic Apple A15 memiliki 5 core. Sedangkan Apple A15 Bionic pada seri iPhone 13, jumlah core GPU untuk Apple A15 Bionic adalah 4 core.

3. Dimensi MediaTek 8100

Dimensi 8100

MediaTek Dimensity 8100 adalah SoC yang digunakan di salah satu Realme GT Neo3. SoC ini memiliki delapan inti prosesor, terdiri dari 4 inti Cortex A78 (2,85GHz) dan 4 inti Cortex A55 (2,0GHz). Prosesor ini berisi komponen GPU Mali G610, APU 580, ISP 780 dan modem 5G. Semua komponen dirakit menggunakan proses 15nm.

MediaTek Dimensity sudah mendukung layar beresolusi FHD+. Perbarui frekuensi Tampilkan 160Hz atau 4K 120Hz. SoC ini juga mendukung kamera utama 200MP atau kamera ganda 2 x 100MP. Chipset ini kompatibel dengan RAM LPDDR5 dan penyimpanan internal UFS 3.1.

Untuk perekaman video, SoC MediaTek ini mampu merekam video hingga resolusi 4K pada 60fps.

Menurut Nanoreview, Dimensity 8100 dapat mencetak skor AnTuTu 9.775.277. Sedangkan untuk performa SoC single-core dan multi-core yakni 920 dan 3798 menurut benchmark GeekBench 5.

Baca juga  Tertarik Franchise Indomaret? Ini Estimasi Biaya dan Syaratnya

4. Exynos 2100

exynos 2100

Exynos adalah chipset yang dikembangkan oleh Samsung. Untuk Seri unggulan ada chipset Exynos 2100. Chipset ini sudah terpasang di Galaxy S21, S21 Plus dan S21Ultra. Ini adalah chipset 5nm yang sudah mendukung jaringan 5G.

Soc Exynos 2100 sendiri merupakan prosesor octa-core yang terdiri dari 1 core Cortex X1 2.9GHz, 3 core Cortex A78 2.8GHz untuk performa yang lebih baik, dan 6 core Cortex A55 2.2GHz untuk penghematan daya. Ini juga memiliki GPU Mali-G78 yang terpasang.

Yang menarik dari chipset Exynos ini adalah dukungan prosesor gambar hingga 200MP. satu hal yang mengejutkan mengingat Exynos 2100 merupakan chipset pertama yang mendukung foto 200MP.

Menurut Nanoreview, Exynos 2100 mencetak 9.741.836 di AnTuTu. Sementara menurut data benchmark GeekBench 5, SoC single-core dan multi-core mendapat skor 1078 dan 3577 poin.

5. Kirin 9000

Kirin 9000

Kirin 9000 adalah salah satu chipset berbasis ARM pertama yang diproduksi menggunakan teknologi proses 5nm. Sayangnya, karena larangan Amerika terhadap produk Huawei, chipset ini berakhir dalam produksi terbatas.

Meski demikian, chipset Kirin ini tetap menghadirkan performa yang cepat dan stabil berkat teknologi premium yang dihadirkannya. Prosesor octa-core ini terdiri dari 1 core Cortex A77 pada 3.1GHz, 3 core Cortex A77 pada 2.5GHz, dan 4 core Cortex A55 pada 2.0GHz.

Pada benchmark Nanoreview, Kirin 900 berhasil mencetak skor 755.184 AnTuTu 9. Sedangkan untuk skor SoC single-core dan multi-core, yakni 1040 dan 3693 menurut benchmark GeekBench 5.

Nah, itulah lima chipset yang setara dengan MediaTek Dimensity 1300. Harus dipahami bahwa bagus atau tidaknya ponsel tidak ditentukan oleh chipset saja. Beberapa faktor lain juga berperan, seperti bagaimana merek desain telepon dan menambahkan hal-hal lain. Misalnya, sistem pendingin ponsel.


https://actoncloud.com