10 Rekomendasi Laptop yang Bagus untuk Arsitek di 2022


Jika Anda adalah seorang arsitek atau calon arsitek (misalnya mahasiswa jurusan arsitek) dan sedang butuh laptop untuk kebutuan arsitek, maka Anda datang pada tempat yang tepat. Sesuai judul, artikel kali ini akan membahas rekomendasi laptop untuk para arsitek.

Sebelum ke daftar rekomendasi laptop, perlu diketahui bahwa ada banyak laptop yang berada di pasaran dengan berbagai spesifikasi. Untuk kebutuhan arsitek sendiri, spesifikasi laptop yang dibutuhkan adalah spesifikasi yang lebih tinggi dibanding laptop untuk kebutuhan pekerjaan lainnya.

Pasalnya, arsitek erat kaitannya dengan berbagai pekerjaan merancang bangunan, menggambar, mendesain atau mengolah render 3D. Untuk kebutuhan tersebut, memang diperlukan laptop dengan ciri seperti prosesor kelas menengah ke atas, kehadiran VGA card (bukan pengolah grafis yang ada di prosesor), dan juga layar yang lebih luas.

Kebutuhan layar yang luas erat kaitannya dengan tampilan visual karena seorang arsitek pasti membutuhkan tampilan layar yang luas. Selain hal tersebut, faktor baterai juga patut jadi acuan lain. Laptop dengan daya tahan baterai yang lebih lama tentu jadi pilihan menarik.

Tapi, selain tahan lama, baterai juga harus awet. Untuk hal keawetan, Anda bisa memperhatikan dan merawat baterai laptop jangan sampai cepat drop. Tanpa berlama-lama lagi, berikut daftar 10 rekomendasi laptop untuk Anda para arsitek.

1. Apple Macbook Pro M1 2021

  • Layar: 14 atau 16 inci, Liquid Retina XDR, 1600 nit, rasio kontras 1 juta:1
  • Processor: M1 Pro (10 core CPU, 16 core neural engine) atau M1 Max (10 core CPU, 16 core neural engine)
  • Graphic Card: 16 core GPU (M1 Pro), 32 core GPU (M1 Max)
  • RAM: 32 GB (M1 Pro), 64 GB (M1 Max) unified memory
  • Storage: 512 GB atau 1 TB
  • Optical Drive:
  • Konektivitas: WiFi 6
  • Port: 1x SDXC, 1x HDMI, 3x Thunderbolt 4, 1x jack audio 3,5 mm, 1x MagSafe
  • Baterai: Hingga 17 jam

Apple MacBook Pro M1 2021 meluncur dengan chipset baru bikinan Apple, yakni M1 Max dan M1 Pro. Benar, laptop ini punya dua pilihan chipset. Begitu juga dengan pilihan layarnya, 14 inci atau 16 inci. Namun, apa yang membedakan varian M1 Max dan M1 Pro?

Secara kemampuan komputasi, kedua varian sama saja, sama-sama 10 core CPU. Jumlah core yang naik ketimbang Apple M1 (8 core) tersebut bikin M1 Max dan M1 Pro mengalami perbaikan performa hingga 3,7 kali. Yang membedakan M1 Max dan M1 Pro adalah kemampuan olah grafisnya.

M1 Max diklaim memiliki kemampuan olah grafis 4 kali lebih kencang ketimbang M1 Pro core GPU yang dipunyainya lebih banyak. Walau begitu, MacBook Pro M1 2021 varian chipset apa pun tetap saja mumpuni untuk olah grafis, tak terkecuali melakukan perancangan ala arsitek.

Untuk mengerjakan megaproyek, Anda tentu akan lebih nyaman jika menggunakan banyak layar eksternal. Untungnya hal itu memungkinkan dilkaukan oleh Apple MacBook Pro M1 2021. Sebab ia punya memang bisa dipasangai hingga empat layar eksternal melalui port Thunderbolt 4 yang tersedia.

Di sisi lain, sebagian dari Anda akan mempertanyakan optimasi aplikasi berbasis x86 yang sebenarnya dirancang untuk prosesor Intel. Namun, berkat adanya emulator Rosetta 2, laptop dengan chipset berbasis ARM ini bisa menjalankan aplikasi favorit Anda dengan lancar. MacBook Pro M1 2021 bisa dimiliki mulai dari 31 jutaan.

2. MSI Creator M16 A11UD-687ID

10 Rekomendasi Laptop yang Bagus untuk Arsitek di [year] 2
  • Layar: 16″ QHD+ (2560*1600), DCI-P3 100% typical, 500nits
  • Processor: Tiger Lake i7-11800H+HM570
  • Graphic Card: RTX3050 Ti Laptop GPU GDDR6 4GB
  • RAM: DDR IV 8GB*2 (3200MHz)
  • Storage: 1TB NVMe PCIe Gen3x4 SSD
  • Optical Drive:
  • Konektivitas: Killer Wi-Fi 6E AX1675+BT5.2
  • Port: 1x Type-A USB2.0 1x RJ45 1x (4K @ 60Hz) HDMI 1x Type-C USB3.2 Gen1 2x Type-A USB3.2 Gen1″
  • Baterai: 3 cell

Meskipun MSI Creator M16 dikhususkan untuk content creation, tetapi spek yang ditawarkan juga turut mendukung untuk pengalaman gaming yang maksimal. Dengan NVIDIA GeForce RTX 3050 Ti yang merupakan varian lebih tinggi dari 3050 reguler, Anda dijamin dapat memainkan game-game Triple A yang dirilis pada tahun 2020 ke atas.

MSI Creator M16 juga akan membantu arsitek dalam menghasilkan karya secara detil berkat layarnya yang mendukung resolusi QHD+. Dikemas dengan gamut warna DCIE-P3 100%, warna-warna pada layar akan menjadi lebih luas dan terasa begitu menyala.

Begitu pun dengan aspek rasio layar yang sungguh mendukung (16:10) sehingga pengguna dapat bekerja pada work area yang lebih luas tanpa harus sedikit-sedikit melakukan scrolling saat ingiin melihat hasil karya secara keseluruhan.

Secara keseluruhan, MSI Creator M16 adalah laptop ideal bagi para arsitek yang lebih mementingkan sisi kualitas warna dan ketajaman pada layar, performa super tinggi yang sekaligus bisa menunjang aktivitas gaming, hingga konektivitas dengan standar.

3. Acer ConceptD 3 Ezel Pro

10 Rekomendasi Laptop yang Bagus untuk Arsitek di [year] 4
  • Layar: 14″ FHD, IPS, 340 nits, 100% sRGB
  • Processor: Intel Core i7-11800H (8 core 16 thread, 2,3 GHz up to 4,6 GHz)
  • Graphic Card: NVIDIA Quadro T1200 (4 GB GDDR6 VRAM)
  • RAM: 16 GB DDR4 SDRAM
  • Storage: 1 TB PCIe Gen3, 8 Gb/s ,NVMe
  • Optical Drive:
  • Konektivitas: Intel® Wireless Wi-Fi 6 AX201 with MU-MIMO + Bluetooth 5.0
  • Port: 1x HDMI, 2x USB 3.2 Gen 1 Type-A, 1x USB 3.2 Gen 2 type-C,
  • Baterai: 4-cell Li-Ion
Baca juga  20 Merk Power Bank Terbaik dan Paling Bagus di Tahun 2022

Mau itu arsitek ataupun pelaku industru kreatif lainnya, tentu bisa mengapresiasi form factor dari Acer ConceptD 3 Ezel Pro yang sungguh fleksibel. Tidak hanya bisa mengusung mode tablet ataupun stand seperti kebanyakan laptop konvertibel lainnya, Acer ConceptD 3 Ezel Pro ini dapat “disulap” menjadi dudukan kanvas.

Layarnya dapat diangkat agar menghadap ke atas agar pengguna bisa “melukis” menggunakan stylus yang tersedia pada angle yang sulit diraih di laptop pada umumnya. Penggunaan stylus ini sungguh akurat seperti sedang menggunakan kuas atau pulpen biasa, tekanan yang berbeda akan memberikan stroke dengan ketebalan yang berbeda pula.

Diketahui, layar laptop mendukung sebanyak 4.096 tingkat sensitivitas tekanan sehingga bisa memaksimalkan fleksibilitas dalam penggunaan stylus. Layar juga mendukung gamut warna sRGB 100% dengan Delta E di bawah 2 untuk reproduksi warna yang akurat, juga tingkat kecerahan maksimal hingga 340 nit untuk keterbacaan optimal saat di luar ruangan.

Hadirnya kartu pengolah grafis NVIDIA Quadro T1000 juga dimaksudkan untuk membuka beragam apliaksi desain 3D, termasuk aplikasi arsitek hingga 3D modelling. Ia masih sanggup menjalankan beberapa game modern namun tentu performanya tidak seunggul seri GeForce.

Wajar saja laptop ini dihargai begitu mahal (Rp27 jutaan), mengingat fiturnya yang unik dan speknya yang buas. Pada versi terbarunya, laptop ini mendapatkan update prosesor dari yang sebelumnya memakai Intel Core i7 generasi ke-10 menjadi Core i7 generasi ke-11 yang lebih kencang.

4. HP Victus 

10 Rekomendasi Laptop yang Bagus untuk Arsitek di [year] 6
  • Layar: 40.9 cm (16.1″) diagonal, FHD (1920 x 1080), 144 Hz, 7 ms response time, IPS, micro-edge, anti-glare, Low Blue Light, 300 nits, 100% sRGB, TUV+Eyesafe® Display for Low Blue Light
  • Processor: Intel® Core™ i7-11800H (up to 4.6 GHz with Intel® Turbo Boost Technology, 24 MB L3 cache, 8 cores, 16 threads) / Intel® Core™ i5-11400H (up to 4.5 GHz with Intel® Turbo Boost Technology, 12 MB L3 cache, 6 cores, 12 threads)
  • Graphic Card: Intel® UHD Graphics, NVIDIA® GeForce RTX™ 3060 Laptop GPU (6 GB GDDR6 dedicated) / NVIDIA® GeForce RTX™ 3050 Laptop GPU (4 GB GDDR6 dedicated)
  • RAM: Hingga 32 GB DDR4
  • Storage: Two 256 GB PCIe® NVMe™ TLC M.2 SSD with RAID 0 configured
  • Optical Drive:
  • Konektivitas: Integrated 10/100/1000 GbE LAN, Intel® Wi-Fi 6 AX201 (2×2) and Bluetooth® 5 combo (Supporting Gigabit data rate), MU-MIMO supported
  • Port: SuperSpeed USB Type-C® 5Gbps signaling rate (DisplayPort™ 1.4, HP Sleep and Charge), 1 SuperSpeed USB Type-A 5Gbps signaling rate (HP Sleep and Charge), 2 SuperSpeed USB Type-A 5Gbps signaling rate, 1 RJ-45, 1 headphone/microphone combo, 1 HDMI 2.1(RTX 3050/3050 Ti/3060)
  • Baterai: 4-cell, 70 Wh Li-ion polymer

Laptop gaming dan laptop khusus desain memiliki salah satu kesamaan, yakni tuntutan untuk menghadirkan performa grafis yang gahar. Oleh karena itu, mengapa tidak gunakan HP Victus? Dengan NVIDIA GeForce RTX 30 series yang dipadukan dengan Intel Core generasi ke-11, laptop memiliki kinerja komputasi dan grafis kelas dunia.

Performanya ini pun turut ditunjang dengan konfigurasi RAID 0 pada kedua kepingan SSD 256 GB yang menjadikannya sebagai storage berkapasitas 512 GB. Karena kedua kepingan storage berjalan di waktu bersamaan saat menyalin data, maka kecepatannya pun meningkat dua kali lipat. Mirip seperti konsep Dual Channel pada RAM.

Kendati merupakan sebuah laptop gaming, tapi desain bodinya yang sleek dan kalem sungguh tidak mencirikan laptop gaming pada umumnya sehingga dapat melebur ke dalam suasana rapat profesional.

Ini juga merupakan laptop ideal untuk dibawa ke manapun Anda pergi, karena memiliki dimensi 249 x 357 x 16.95 mm yang terbilang ringan, dengan bobotnya yang sekitar 2,46 kg. Victus by HP ini dibanderol dengan harga sekitar Rp19 jutaan.

5. Lenovo Legion Slim 7 – 15ACH6

Lenovo Legion Slim 7
  • Layar: 15.6″ WQHD (2560×1440) IPS 300nits Anti-glare, 165Hz, 100% sRGB, Dolby Vision, Free-Sync, G-Sync, DC dimmer
  • Processor: AMD Ryzen 7 5800H (8 core 16 thread, 3,2 GHz up to 4,4 GHz)
  • Graphic Card: NVIDIA GeForce RTX 3050 Ti 4GB GDDR6
  • RAM: 8GB Soldered DDR4-3200 + 8GB SO-DIMM DDR4-3200
  • Storage: 1TB SSD M.2 2280 PCIe 3.0×4 NVMe, satu slot kosong SSD NVMe
  • Optical Drive:
  • Konektivitas: WiFi 6, Bluetooth 5.1
  • Port: 1x Power connector, 1x Card reader, 1x USB 3.2 Gen 2 (Always On)
  • 1x USB 3.2 Gen 2
  • 2x USB-C 3.2 Gen 2 (support data transfer, Power Delivery 100w and DisplayPort 1.4)
  • 1x Headphone / microphone combo jack (3.5mm)
  • Baterai: 71Wh. hingga 8 jam

Penampilan Lenovo Legion Slim 7 Gen 6 ini mungkin saja akan menipu. Pasalnya, laptop bermaterial magnesium dan aluminium ini tampak seperti laptop bisnis. Ia tipis dan tidak neko-neko. Namun, saat membuka layarnya, pancaran gaming cukup terasa.

Apalagi jika melihat laptop ini memakai Legion TrueStrike Keyboard anti-ghosting yang khusus untuk laptop gaming. Serta ada pula touchpad luas dengan lokasi di tengah-tengah tombol space. Lenovo memang tak salah menamai laptop ini dengan Legion.

Akan tetapi, adanya prosesor Ryzen 7 5000 Series berperforma tinggi dan GPU RTX30 Series, bikin laptop 19 jutaan ini cocok untuk pekerjaan “serius”. Misalnya menciptakan film animasi, me-render video 4K, sampai membuat model perancangan arsitektur pada software VectorWorks Architect.

Bekerja pada malam hari dengan tingkat kecerahan layar yang rendah juga masih nyaman dilakukan. Pasalnya, layar IPS Legion Slim 7 ini mendukung fitur DC Dimming. Fitur yang masih langka di laptop ini berguna untuk mengurangi jumlah kedipan layar, ketika tingkat kecerahan disetel pada level rendah.

Baca juga  10 Aplikasi Pemutar Musik Terbaik untuk HP Android

6. ASUS Zenbook Pro Duo 15 OLED UX582

ASUS Zenbook Pro Duo 15 OLED
  • Layar: 15.6” (16:9) LED-backlit OLED UHD (3840 x 2160) touchscreen, 93% screen-to-body ratio, PANTONE Validated, 100% DCI-P3 gamut, 4096-pressure level stylus support
  • Processor: Intel Core i7-10870H (8 core 16 thread, 2.2 GHz up to 5.0 GHz, 16 MB L3 cache)
  • Graphic Card: Intel UHD, NVIDIA GeForce RTX3070, With Boost up to 1440MHz at 90W (110W with Dynamic Boost), 8GB GDDR6
  • RAM: 32 GB DDR4 on board
  • Storage: 1 TB M.2 NVMe PCIe 3.0 Performance SSD
  • Optical Drive:
  • Konektivitas: WiFI 6, Bluetooth 5
  • Port: 2 x Thunderbolt 3 USB-C, 1 x USB 3.2 Gen 2 Type-A, 1 x HDMI 2.1, 1 x Audio combo jack, 1 x DC-in
  • Baterai: 92 Wh, 8-cell Lithium Polymer battery

ASUS Zenbook Pro Duo 15 OLED dengan SKU UX582 merupakan laptop yang diciptakan untuk creator. Itulah mengapa ASUS membuat form factor yang revolusioner buat laptop satu ini. Ya, laptop ini unik karena memiliki layar sekunder (screen-pad) di depan keyboard.

Memasang layar di daerah tersebut nyatanya bukan untuk gaya-gayaan. Melainkan agar pengguna memiliki kontrol penuh saat melakukan pengaturan pada software-software tertentu. Keberadaan layar tersebut sebagai panel kontrol makin fungsional dengan pemakaian pena stylus.

Menjalankan aplikasi Adobe Premiere Pro, Blender, atau Final Cat bukan masalah. Begitu juga dengan ArchiCAD, AutoCAD Architecture, atau Vectorworks Architecture yang familier bagi sebagian arsitek dan mahasiswa arsitektur.

Kombinasi jeroan RAM 32 GB DDR4, SSD PCIe Gen 3, prosesor Intel Core i7 generasi ke-10 (Ice Lake), dan GPU RTX 30 Series memang sudah lebih dari cukup. Dua hal yang perlu Anda toleransi dari laptop ini adalah bobotnya yang tidak terlalu ringan (2,4 kg) dan baterainya tidak terlalu awet.

Namun, laptop dengan spesifikasi tinggi memang umumnya memiliki ketahanan baterai yang biasa saja, apalagi jika tengah menangani beban kerja tinggi. Karena itu, selalu mencolokkan laptop ini ke sumber listrik adalah cara terbaik.

7. MSI Creator Z17

MSI Creator Z17
  • Layar: 17″ 16:10 QHD+ 165Hz DCI-P3 100% Finger Touch panel (support Pen Touch)
  • Processor: Intel Core i9-12900H (14 core: 6 P-core, 8 E-core, 20 thread, 3,8 GHz up to 5.00 GHz, 24M L3 Cache)
  • Graphic Card: NVIDIA GeForce RTX3070Ti Max-Q, GDDR6 8GB
  • RAM: 32GB DDR5 (16GBx2)
  • Storage: 2TB NVMe PCIe (2x M.2 SSD slot NVMe PCIe Gen4)
  • Optical Drive:
  • Konektivitas: WiFi 6e, BLuetooth 5.2
  • Port: 1x SD Express Card Reader, 1x (8K @ 60Hz / 4K @ 120Hz) HDMI, 1x Type-A USB3.2 Gen2, 1x Type-C (USB / DP / Thunderbolt™ 4), 1x Type-C (USB / DP / Thunderbolt™ 4) with PD charging, 1x jack audio 3,5 mm
  • Baterai: 4-Cell, 90 Wh

MSI Creator Z17 memiliki penampilan yang elegan. Bodi laptop ini dibuat dengan proses CNC, dan memiliki tepian ramping serta sudut membulat. Tak pelak laptop 50 jutaan ini mendapat gelar laptop tercantik dalam ajang Red Dot 2022.

Walau cantik, laptop ini ternyata ditujukan untuk kalangan profesional, dalam hal ini kreator, seperti namanya. Hal ini dapat dilihat dari penyematan layar IPS seluas 17 inci, serta memiliki resolusi tinggi yakni QHD. Layar itu pun tembus 100% DCI-P3 dengan akurasi warna tinggi (nilai delta E dibawah 2).

Dapur pacu prosesor Intel Core i9 generasi ke-12 (Alder Lake), GPU RTX 30 Ti Series dengan desain Max-Q, RAM DDR5, dan SSD PCIe Gen 4 juga jadi penegasan seberapa kencang laptop ini. Khususnya untuk menangani beban kerja dengan tingkat kerumitan tinggi.

Namun, bukan cuma content creator, pebisnis, dan arsitek kalangan yang cocok memakai laptop tipis ini. Gamer pun boleh-boleh saja, mengingat layar MSI Creator Z17 ini punya refresh rate tinggi. Akan disayangkan jika laptop ini tak dimanfaatkan untuk bermain game, termasuk game AAA. Bukan begitu?

8. ASUS Vivobook Pro 16X OLED N7600PC

ASUS Vivobook Pro 16X OLED M7600QE
  • Layar: 16.0-inch, 4K (3840 x 2400) OLED 16:10 aspect ratio, 0.2ms response time, 550nits peak brightness, 100% DCI-P3 color gamut, glossy display
  • Processor: Intel Core i7-11370H (4 core 8 thread, 3,3 up to 4,8 GHz)
  • Graphic Card: Intel Iris Xe, NVIDIA GeForce RTX 3050 (VRAM 4GB GDDR6)
  • RAM: 16GB DDR4 on board
  • Storage: 1TB M.2 NVMe PCIe 3.0 SSD
  • Optical Drive:
  • Konektivitas: WiFi 6, Bluetooth 5
  • Port: 1x USB 3.2 Gen 1 Type-A, 2x USB 2.0 Type-A, 1x Thunderbolt™ 4 supports display / power delivery, 1x HDMI 1.4, 1x 3.5mm Combo Audio Jack, 1x DC-in, Micro SD card reader
  • Baterai: 96WHrs, 3S2P, 6-cell Li-ion

ASUS Vivobook Pro 16X OLED memiliki penampilan yang elegan dan mengutamakan ergonomi. Hal itu dapat dilihat dari tipisnya bezel layar. Selain itu touchpad dibuat center to body dan keyboard-nya memiliki layout dengan beberapa warna berbeda untuk mendukung produktivitas.

Maka laptop ini tampaknya cocok untuk kalangan bisnis. Namun, mereka yang punya pekerjaan dengan tingkat atensi pada detail tinggi juga layar mempertimbangkannya. Pekerjaan itu seperti arsitek, surveyor, editor foto dan video, serta animator.

Alasan mengapa laptop 20 jutaan ini cocok bagi mereka adalah layarnya. Layar laptop ini memakai panel OLED dengan resolusi 4K. Tampilan warnanya sip karena mencapai gamut warna DCI-P3. Yang tidak kalah penting adalah layar laptop ini rendah emisi cahaya biru, sehingga tak bikin mata sakit saat menatapnya dalam waktu lama.

Baca juga  Sebelum Beli, Ketahui 10 Kelebihan dan Kekurangan POCO F4

Alasan selanjutnya jelas soal performa. Prosesor Core i7 generasi ke-11 dan GPU RTX 30 Series menjadi tanda bahwa laptop ini kencang. Beberapa fitur pun disematkan buat Vivobook ini agar dapat memperlancar alur kerja penggunanya.

Misalnya, fitur dialpad berupa panel kontrol virtual pada touchpad si laptop. Dialpad ini dirancang khusus untuk aplikasi-aplikasi Adobe. Lalu, laptop ini punya port Thunderbolt 4. Port ini akan mengakomodasi multitasking level lanjutan ketika Anda menghubungkan si laptop ke beberapa monitor eksternal.

9. ASUS ROG Zephyrus G15

asus rog zephyrus g15
  • Layar: 15.6-inch LED Backlit WQHD (2560 x 1440) 16:9 300nits anti-glare Pantone validated panel
  • Processor: AMD Ryzen 9 5900HS Mobile Processor (8-core/16-thread, 20MB cache, up to 4.6 GHz max boost)
  • Graphic Card: NVIDIA GeForce RTX 3050 Laptop GPU 4GB GDDR6
  • RAM: 8GB DDR4 on board + 8GB DDR4-3200 SO-DIMM
  • Storage: 512GB M.2 NVMe PCIe 3.0 SSD
  • Optical Drive:
  • Konektivitas: WiFi 6, Bluetooth 5.1
  • Port: 1x 3.5mm Combo Audio Jack, 1x HDMI 2.0b, 2x USB 3.2 Gen 2 Type-C (support DisplayPort / power delivery), 1x RJ45 LAN port, 2x USB 3.2 Gen 2 Type-A, 1x card reader (microSD) (UHS-II)
  • Baterai: 90 Wh

ASUS ROG Zephyrus G15 masuk dalam lini laptop gaming ASUS. Kendati demikian, penampilannya yang bersih dan tak neko-neko membuat pengguna non-gamer layak memakai. Zephyrus G15 edisi 2022 ini pun diklaim memiliki bentuk 10% lebih tipis dan 5% lebih ringkas ketimbang edisi 2020.

Karena itu, laptop 1,9 kg ini juga bisa jadi salah satu pilihan terbaik bagi Anda yang menginginkan laptop berperforma tinggi dengan ukuran wajar. Soal performa, tak usah diragukan lagi. Gabungan prosesor Ryzen 9 5900HS Series pasti kencang. Imbuhan “HS” menandakan bahwa prosesor dengan TDP 35W tersebut dirancang agar punya performa tinggi pada sebuah laptop tipis.

Masalah pengolahan grafis bukan perkara serius karena ditangani oleh GPU andal GeForce RTX 30 Series. GPU ini memiliki teknologi anyar seperti DLSS dan ray tracing yang diperlukan baik untuk gamers maupun content creator.

Hal yang tak kalah penting untuk mendukung kenyamanan pemakaian adalah layar dan keyboard-nya. Layar IPS laptop ini memiliki warna yang kaya karena diklaim 100% DCI-P3. Warna yang kaya penting bagi content creator saat hendak melakukan grading warna.

Lalu, keyboard laptop 22 jutaan ini memakai teknologi N-key rollover, memastikan setiap pencetan dapat diteruskan dengan baik. Tombolnya pun dijamin awet karena telah lolos uji 20 juta kali pencetan. Keyboard laptop ini pun punya travel distance 1,7 mm, backlit, serta touchpad luas dengan model center to body.

10. Lenovo ThinkPad P1 Gen 4

Thinkpad P1 G4
  • Layar: 16″ 16:10 WQUXGA (UHD+) (3840 x 2400) IPS, antiglare, 600 nits, 100% Adobe, low blue light, HDR400, Dolby Vision HDR
  • Processor: Intel Xeon W-11855M Processor with vPro (3.2 GHz, up to 4.9 GHz with Turbo Boost, 6 Cores, 12 Threads, 18 MB Cache)
  • Graphic Card: NVIDIA RTX A2000
  • RAM: 32GB DDR4 3200 SODIMM ECC
  • Storage: 512 GB M.2 NVMe PCIe Gen4 SSD, satu slot kosong SSD NVMe
  • Optical Drive:
  • Konektivitas: WiFI 6e, Bluetooth 5.2
  • Port: 2 x USB-A 3.2 Gen 1 (1 always on), 2 x USB-C Thunderbolt 4, HDMI 2.1/2.0, Headphone / mic combo, Optional: Nano-SIM card slot, SD card reader
  • Baterai: 90 Wh

Jika Anda adalah seorang arsitek lapangan, Anda akan sering menghadapi medan kerja yang rumit. Misalnya, Anda mesti melakukan pemetaan wilayah sambil menentukan model bangunan apa yang cocok untuk kontur tanah setempat.

Pekerjaan dengan level kerumitan seperti itu hanya bisa dikerjakan secara optimal oleh laptop segmen workstations. Contohnya adalah Lenovo Thinkpad P1 Gen 4 ini. Label laptop workstations tampak karena ia memakai prosesor Intel Xeon dengan GPU RTX A Series.

Dua komponen itu tidak hanya kencang, tapi sudah dioptimasi untuk pekerjaan-pekerjaan level berat. Bahkan khusus GPU RTX A Series, ia mengantongi sertifikasi ISV (Independent Software Vendors) terhadap berbagai software yang sering digunakan engineer. Artinya, GPU tersebut optimal untuk software seperti ArcGIS, SolidWorks, hingga VectorWorks.

Nah, karena Thinkpad P1 ini akan lebih sering digunakan di situasi outdoor, ia dirancang agar memiliki durabilitas tinggi. Sebanyak 12 tes ketahanan militer dan 200 lebih pengecekan dilakukan buat laptop ini untuk memastikan ketahanannya pada penggunaan di kondisi ekstrem.

Laptop ini aman dipakai di daerah kutub, begitu juga di padang pasir yang sangat berdebu. Selain itu, laptop ini tahan benturan dari ketinggian tertentu, dan keyboard-nya tahan tumpahan air. Dengan atribut seperti itu, wajar bila laptop ini dijual seharga 58 jutaan.

Adakah laptop yang cocok dengan Anda di antara 10 laptop untuk arsitek tersebut? Jika Anda butuh lebih dari sekadar kerja, Anda bisa melirik laptop untuk gaming terbaik karena spesifikasinya yang tinggi tentunya juga bisa diandalkan. Terlebih jika Anda adalah arsitek yang memang juga hobi main game.


https://actoncloud.com