Cek 10 Kelebihan dan Kekurangan Samsung Galaxy Z Fold4 5G


Banyak orang yang hanya akan memakai tablet untuk urusan pekerjaan. Di luar pekerjaan, mereka akan menghabiskan waktunya dengan smartphone saja. Sayangnya, membawa tablet sekaligus smartphone adalah hal yang merepotkan bagi sebagian orang, terlebih saat bepergian.

Lantas, mengapa tidak digabung saja? Maka muncullah sebuah ponsel dengan form factor layar lipat. Ponsel dengan form factor ini akan bertugas seperti smartphone biasa saat layarnya dilipat, lalu bakal berubah fungsi menjadi sebuah tablet ketika layarnya dibuka.

Contoh ponsel dengan form factor tersebut adalah Samsung Galaxy Z Fold4 5G yang akan Carisinyal bahas dalam artikel ini. HP ini merupakan generasi keempat dari Galaxy Z Fold Series dan dirilis secara resmi pada 10 Agustus 2022.

Jika dilihat dari desainnya, Galaxy Z Fold4 5G mirip dengan pendahulunya, Galaxy Z Fold3 5G. Tampaknya Samsung memang sengaja melakukan hal itu demi mengejar pembenahan di sektor lain yang lebih krusial.

Apa saja pembenahan yang diberikan dan seberapa menarik Galaxy Z Fold4 5G? Jawaban dari dua pertanyaan itu akan segera Anda temukan dalam artikel ini. Oleh sebab itu, simak artikel ini sampai tuntas!

Spesifikasi Samsung Galaxy Z Fold4 5G

Layar Layar utama: Foldable Dynamic AMOLED 2X; Layar sekunder (kover): Dynamic AMOLED 2X 7.6 inci
Chipset Qualcomm Snapdragon 8+ Gen 1
RAM 12 GB
Memori Internal 256 GB, 512 GB, 1 TB
Kamera
50 MP
(wide)


12 MP
(telephoto)


12 MP
(ultrawide)
Baterai Li-Po 4400 mAh
Kelebihan Baca di sini
Mau beli HP baru tapi bingung memilihnya? Yuk tanyakan ke tim Carisinyal aja. Klik di sini!

Kelebihan Samsung Galaxy Z Fold4 5G

Samsung Galaxy Z Fold4 5G memang ditujukan untuk kalangan profesional demi meningkatkan produktivitas. Meski begitu, bukan berarti kalangan lain tidak bisa mencicipi smartphone ini. Berikut adalah alasan yang membuat Galaxy Z Fold4 5G patut dimiliki.

1. Desain Layar Lipat dengan Build Quality Mantap

Samsung Galaxy Z Fold4 5G

Seperti yang sudah disinggung pada paragraf pembuka, Samsung memang tidak melakukan perombakan desain besar-besaran pada Galaxy Z Fold4 5G. Oleh sebab itu, Anda mungkin akan melihat HP ini bak pendahulunya, Galaxy Z Fold3 5G.

Tahun 2022 sepertinya menjadi tahun ketika Samsung tak melakukan inovasi yang revolusioner buat smartphone flagship-nya. Pasalnya, deretan HP Samsung Galaxy S22 Series pun memiliki tampang yang mirip dengan Galaxy S21 Series.

Kendati demikian, Samsung tetap memberikan beberapa peningkatan pada sektor desain, khususnya untuk tujuan durabilitas. Mulai dari mengganti kaca proteksi pada layar sampul (cover) dan penutup belakang, dari yang sebelumnya Gorilla Glass Victus menjadi Gorilla Glass Victus+.

Kemudian, Samsung juga memakai material Ultra Thin Glass baru untuk layar utama Galaxy Z Fold4 5G. Konon, berkat kaca tersebut, kekuatannya meningkat 45%. Soal frame dan engsel, Samsung tetap memakai material Aluminium Armor. Hanya saja, ukurannya diperkecil.

Hal ini membuat HP punya bobot 263 gram. Ini berpengaruh pada bezel yang lebih tipis, ketebalan lebih minim, dan bobot lebih ringan ketimbang Galaxy Z Fold3 5G. Dimensi Galaxy Z Fold4 5G adalah 155.1 x 130.1 x 6.3 mm saat dilipat, dan 155.1 x 67.1 x 14.2 (sisi luar) – 15.8 (sisi dalam) mm ketika dibuka.

Para penguji pun mengakui bahwa build quality Galaxy Z Fold4 5G memang mantap. Misalnya, Lance Ulanoff dari Tech Radar yang mengapresiasi perubahan desain engsel pada HP ini. Menurut dia, engsel yang baru membuat Galaxy Z Fold 4 5G tak terlalu menonjol ketika dilipat.

Engsel yang baru ini juga dipuji Ryne Hager dari Android Police. Ia bilang bahwa Galaxy Z Fold4 5G kini bisa dibuka sampai penuh. Hal itu tidak pernah Hager lakukan saat memakai Galaxy Z Fold3. Menurut klaim Samsung, engsel ini sudah lolos uji bekukan 200 ribu kali lebih.

Adapun Galaxy Z Fold4 5G tetap memiliki sertifikasi IPX8 yang artinya tahan terhadap air. HP ini aman meski tercebur ke kolam dengan kedalaman hingga 1.5 m selama 30 menit.

Varian warna yang tersedia untuk si ponsel adalah Graygreen, Phantom Black, dan Beige. Varian Burgundy juga tersedia, tetapi hanya bisa dibeli melalui situs resmi Samsung.

2. Kualitas Layar Juara

Samsung Galaxy Z Fold4 5G

Samsung tidak mengubah diagonal layar Galaxy Z Fold4 5G. Layar utamanya tetap 7.6 inci dan layar sampul 6.2 inci. Jenis panel, fitur, dan tingkat kecerahan tidak berubah. Hal yang berubah adalah rasionya. Perubahan rasio terjadi karena mengecilnya dimensi bodi berikut ukuran bezel.

Mari kita bahas mulai dari layar utamanya. Layar utama Galaxy Z Fold4 5G kini memiliki rasio 21.6:18, dari yang semula 22.5:18 pada Galaxy Z Fold3 5G. Perubahan rasio berimbas pada perubahan resolusi dan persentase luas layar banding bodi (screen-to-body ratio).

Kini layar utama Galaxy Z Fold4 5G memakai resolusi 1812 x 2176 piksel dengan screen-to-body ratio 90.9%. Pendahulunya memiliki resolusi 1768 x 2208 piksel dengan screen-to-body ratio 88.8%.

Layar utama HP ini didukung panel Foldable Dynamic AMOLED 2X, refresh rate adaptif 1-120 Hz, dan kemampuan pemutaran konten HDR10+. Tingkat kecerahannya diklaim mampu mencapai 1200 nit.

Lanjut ke layar sampul, rasionya adalah 23.1:9 berikut resolusi 904 x 2316 piksel. Dulu layar sampul Galaxy Z Fold3 5G punya rasio 24.5:9 dengan resolusi 832 x 2268 piksel. Layar sampul Galaxy Z Fold4 5G menggunakan panel Dynamic AMOLED 2X dan mendukung refresh rate adaptif 48-120 Hz.

Baca juga  15 Game Menjadi Dokter Terbaik di Smartphone Android

Satu hal yang dicermati Lance Ulanoff dari layar utama Galaxy Z Fold4 5G adalah keputusan Samsung untuk melepas pelat logam di bawah kaca fleksibel si layar utama. Pelat tersebut lalu diganti dengan komponen penguat seperti jaring-jaring.

Perubahan ini memang berdampak pada dimensi bodi ponsel yang jadi lebih tipis. Meski begitu, lipatan layar masih bisa dilihat oleh pengguna. Kata Ulanoff, pengguna bisa melihat lipatan itu saat layar sedang redup.

Lipatan juga bisa dirasakan saat pengguna mengusap bagian tengah yang menyambungkan dua sisi layar. Berdasarkan pengalaman Allison Johnson dari The Verge, lipatan juga akan terlihat dalam pencahayaan tertentu. Namun, kata Johnson, itu bukan hal yang mengganggu.

Mengenai kualitas tampilannya, layar HP ini bisa menyajikan warna yang menyala menurut Mark Spoonauer dari Tom’s Guide. Hal itu ia rasakan saat menonton video trailer Thor: Love and Thunder. Gambar yang ditampilkan bagus dan tajam.

Adapun untuk menunjang pengalaman yang menyenangkan saat menonton film atau video, Galaxy Z Fold4 5G dilengkapi dengan speaker stereo. Menurut Ryne Hager, keluaran suara speaker utama dan speaker sekundernya seimbang, tak seperti kebanyakan speaker stereo HP-HP lain.

3. Performa yang Ngebut

Samsung Galaxy Z Fold4 5G

Samsung Galaxy Z Fold4 5G ditenagai SoC atau chipset baru rancangan Qualcomm yakni Snapdragon 8+ Gen 1. Pada dasarnya, SoC ini merupakan benda yang sama dengan Snapdragon 8 Gen 1. Hanya, clock speed-nya telah ditingkatkan. Proses manufakturnya juga berpindah ke TSMC yang ada di Taiwan.

Konon karena TSMC pula, efisiensi konsumsi daya Snapdragon 8+ Gen 1 bisa meningkat walau clockspeed-nya lebih tinggi. Lalu apa saja yang ada di dalam SoC 4 nm yang satu ini?

Tentu saja di antaranya ada CPU delapan inti, sebuah GPU Adreno (900 MHz), prosesor AI Hexagon, ISP Spectra, dan modem internal 5G. CPU yang dipakai menggunakan konfigurasi 1+3+4.

Artinya, ada 1 inti Kryo Prime, 3 inti Kryo Gold, dan 4 inti Kryo Silver. Kryo Prime memakai basis Cortex-X2 (3.2 GHz), Kryo Gold aslinya adalah Cortex-A710 (2.75 GHz), dan Kryo Silver adalah modifikasi dari Cortex-A510 (1.80 GHz).

Snapdragon 8+ Gen 1 yang dimiliki Galaxy Z Fold4 5G didukung oleh RAM 12 GB dan penyimpanan internal 256 GB, 512 GB, serta 1 TB. Tidak ada slot microSD untuk menambah ruang simpan.

Lantas bagaimana performa si ponsel berbekal dapur pacu seperti itu? Menyenangkan. Semuanya terasa cepat dan responsif menurut para penguji.

Berdasarkan pengalaman Ryne Hager, Galaxy Z Fold4 5G jauh lebih jarang mengalami cegukan dibanding Galaxy Z Fold3 5G. Cegukan itu berupa sedikit lag atau frame drop ketika ponsel digunakan untuk multitasking.

Masih menurut Hager, HP ini juga terasa adem-adem saja saat dipakai di luar ruangan ketika matahari sedang terik. Pengalaman yang seperti ini tidak dia jumpai ketika mengetes smartphone dengan SoC Snapdragon 888, Google Tensor, dan Snapdragon 8 Gen 1.

Galaxy Z Fold4 5G juga bisa melakukan eksekusi tugas dengan baik saat dipakai main gim. Dalam pengujian yang dilakukan Mark Spoonauer, HP ini sangat lancar menjalankan Asphalt 7. Begitu pula dengan gim Fortnite yang dimainkan Hager.

Gim super berat Genshin Impact juga tidak membuat ponsel ini kepayahan. Demikian seperti yang dinyatakan oleh Allison Johnson.

Sebagai gambaran saja, berikut adalah hasil pengujian beberapa aplikasi benchmark sintetis yang dilakukan oleh Mark Spoonauer. Skor GeekBench 5 yang diraih Galaxy Z Fold4 5G adalah 1328 pada single-core dan 3831 pada multi-core. Skor tersebut lebih tinggi daripada Galaxy S22 Ultra yang memakai Snapdragon 8 Gen 1 (1240/3392).

Untuk kemampuan grafik, HP ini mencetak hasil 52.83 fps pada 3DMark Wild Life Unlimited. Hasil ini lebih rendah dari S22 Ultra (56.87 fps) dan iPhone 13 Pro Max (68.37 fps).

Adapun saat dites untuk meng-convert video 4K menjadi Full HD melalui Adobe Premiere Rush, Galaxy Z Fold4 5G memerlukan waktu 45 detik. Ia lebih cepat 2 detik daripada S22 Ultra, tetapi kalah jauh dari iPhone 13 Pro Max (25.1 detik).

4. Peningkatan Kemampuan Kamera

Samsung Galaxy Z Fold4 5G

Konfigurasi kamera yang disematkan buat Galaxy Z Fold4 5G sama seperti pendahulunya. Ada tiga kamera belakang, satu kamera selfie under-display, dan satu kamera selfie di layar sampul.

Namun, Samsung melakukan upgrade untuk kamera utama dan kamera telenya. Untuk kamera utama, sensor yang dipakai kini memiliki resolusi 50 MP (pendahulunya 12 MP) dengan bukaan f/1.8. Kamera utama ini memakai lensa dengan focal length 24 mm.

Kamera utama si ponsel tetap dibekali OIS (penstabil gambar berbasis optik). Menurut Samsung, sensor kamera utama yang baru tersebut mampu menangkap cahaya 23% lebih banyak.

Untuk kamera tele, resolusinya memang turun dari 12 MP menjadi 10 MP. Akan tetapi, kemampuan perbesaran optiknya naik dari yang semula 2x kini menjadi 3x. Kamera tele HP ini punya bukaan f/2.4, focal length 67 mm, dan disokong OIS.

Samsung juga mengeklaim telah meningkatkan kemampuan fotografi malam hari, serta menyempurnakan kamera under-display agar makin tak terlihat saat tidak sedang dipakai. Kamera yang belum disebutkan punya spesifikasi sama seperti Galaxy Z Fold3 5G.

Baca juga  10 HP Terbaik untuk Bermain Game Berat (Juli 2022)

Mulai dari kamera ultrawide 12 MP f/2.2, kamera under-display 4 MP f/1.8, dan kamera selfie 10 MP f/2.2. Terkait perekaman video, kamera utama bisa merekam video sampai resolusi 4K 60 fps, sedangkan kamera selfie-nya hingga 4K 30 fps.

Tiga kamera belakang Galaxy Z Fold4 5G dikatakan Lance Ulanoff dapat menghasilkan gambar dengan kualitas baik. Ulanoff mengakui bahwa kemampuan menangkap cahayanya keren dan warnanya menyala.

Ia juga suka tangkapan kamera si ponsel dalam mode potret, low light, dan malam hari. Satu-satunya yang kurang adalah kamera under-display-nya. Berikut sampel foto Galaxy Z Fold4 5G yang bisa Anda nilai sendiri kualitasnya:

5. Kemampuan Multitasking yang Sip, Dukungan S Pen, dan DeX

Samsung Galaxy Z Fold4 5G

Samsung melakukan beberapa perbaikan untuk mengoptimalkan penggunaan layar utama Galaxy Z Fold4 5G yang lebar. Upaya yang paling kelihatan dalam perbaikan tersebut adalah memindahkan taskbar ke area bawah layar yang semula di sisi samping.

Taskbar tersebut secara otomatis memunculkan aplikasi-aplikasi yang paling sering Anda buka. Anda juga bisa menentukan aplikasi apa saja yang dimunculkan.

Taskbar bisa disembunyikan dengan cara menyentuh dan menahannya. Cara yang sama juga berlaku untuk memunculkannya kembali. Jika tidak suka dengan taskbar, Anda bisa menonaktifkannya secara permanen.

Namun, keberadaan taskbar ini cukup membantu untuk multitasking. Anda tinggal menyeret salah satu aplikasi yang ada di taskbar untuk dilepaskan di layar utama. Anda bisa menaruh aplikasi yang baru dibuka itu di sisi kanan atau kiri dengan jendela kecil.

Maksimal Anda bisa membuka tiga aplikasi secara bersamaan. Jika ingin membagi tampilan aplikasi secara proporsional, Anda dapat menggesekkan dua jari dari bawah ke atas atau dari sisi satu ke sisi lainnya.

Gestur menggesek dua jari untuk membagi tampilan tersebut tidak aktif secara default. Anda mesti mengaktifkannya terlebih dahulu di menu pengaturan.

Fitur lain yang cukup menyenangkan untuk produktivitas adalah kemampuan drag and drop secara seamless. Misalnya, Anda bisa melakukan drag and drop foto dari galeri ke aplikasi perpesanan dan email. Kemampuan ini sudah seperti memakai komputer.

Adapun Mark Spoonauer merasakan adanya peningkatan mode flex pada Galaxy Z Fold4 5G. Mode flex adalah mode saat utama HP ini dilipat 90 derajat. Satu sisi layar berfungsi sebagai penampil konten, sisi layar yang lain berguna untuk papan kontrol.

Sebagai gambaran, Anda dapat menonton video di YouTube sambil membaca komentar-komentar yang ada di bawah. Samsung disebut bekerja sama dengan para pengembang aplikasi – seperti Google Meet, Microsoft Teams, dan Zoom – untuk meningkatkan kemampuan mode flex.

Pengalaman multitasking di Galaxy Z Fold4 5G tentu akan lebih nyaman jika Anda memakai S Pen. Akan tetapi, hanya layar utama yang mendukung pemakaian S Pen. Selain itu, S Pen yang dipakai pun sifatnya khusus.

Hanya S Pen dari Galaxy Fold Series yang bisa dipakai. S Pen dijual secara terpisah. Selain S Pen, fitur lain yang masih berkaitan dengan produktivitas adalah Samsung DeX.

Dengan Samsung DeX, Anda bisa merasakan pengalaman seperti memakai komputer. Sambungkan saja HP ini ke monitor eksternal dengan kabel USB C, serta hubungkan pula keyboard dan mouse wireless.

6. Ketahanan Baterai Meningkat

Samsung Galaxy Z Fold4 5G

Kapasitas baterai Galaxy Z Fold4 5G memang tidak meningkat dibanding pendahulunya. Benar, kapasitas baterai HP ini masih 4400 mAh. Namun, daya tahannya diklaim meningkat. Penyebabnya antara lain karena SoC Snapdragon 8+ Gen 1 tidak rakus daya dan optimasi manajemen daya yang ditingkatkan.

Dalam pengujian yang dilakukan Mark Spoonauer, HP ini dapat bertahan selama 9 jam 28 menit untuk browsing. Daya tahan tersebut dicapai ketika HP disetel pada refresh rate standar 60 Hz.

Di pengujian lain, Lance Ulanoff mendapati Galaxy Z Fold4 5G dapat bertahan selama 13 jam. Namun, dia tidak menguji menggunakan skenario khusus seperti Spoonauer. Dia hanya menggunakan si ponsel untuk menemani aktivitasnya seharian.

Dalam uji tersebut, Ulanoff memakai si ponsel untuk berbagai macam hal. Mulai dari video conference, mengetik dokumen, bermain gim, mengedit video, menonton film di Netflix, dan lain-lain selama satu hari.

Adapun Galaxy Z Fold4 5G mendukung pengisian cepat 25W. Charger 25W sayangnya tidak disertakan. Meski begitu, jika membeli HP ini pada periode flash sale (10 Agustus – 1 September 2022), Anda memperoleh voucher belanja senilai Rp1,5 juta.

Voucher itu bisa Anda pakai untuk membeli paket charger 25W, Standing Cover, dan S Pen. Paket tersebut seharga Rp1.199.000.

Ngomong-ngomong, mengecas HP ini selama 15 menit dapat meningkatkan kapasitas baterai menjadi 30%. Fakta tersebut adalah hasil uji yang dilakukan Lance Ulanoff dengan menggunakan charger Samsung 65W.

Adapun Galaxy Z Fold4 5G juga mendukung pengisian cepat nirkabel 15W serta pengisian balik 4.5W. Anda bisa memanfaatkan HP ini untuk mengisi perangkat lain semacam TWS.

7. Jaminan Update Software yang Panjang

Samsung Galaxy Z Fold4 5G

Samsung Galaxy Z Fold4 5G hadir dengan sistem operasi Android 12L yang berlapis antarmuka One UI 4.1.1. Sistem operasi Android yang ditanam di HP ini sudah dioptimasi sedemikian rupa agar cocok buat perangkat dengan layar lebar.

Baca juga  Tertarik untuk Membeli? Simak Dulu 6 Perbedaan vivo V23e dan vivo V25e

Beberapa bloatware seperti Facebook dan aplikasi Microsoft muncul. Ada juga aplikasi bawaan seperti kalender. Jika tidak memerlukannya, Anda bisa menghapus aplikasi-aplikasi tersebut untuk memperlega ruang simpan.

Sementara itu, HP ini termasuk dalam portofolio smartphone Samsung yang dijanjikan memperoleh update software jangka panjang. Samsung menggaransi Galaxy Fold4 5G mendapat empat kali peningkatan Android dan lima tahun pembaruan patch keamanan. Berarti HP ini bakal memperoleh peningkatan hingga Android 16, serta mendapat dukungan software sampai 2027.

Kekurangan Samsung Galaxy Z Fold4 5G

Beberapa hal berikut merupakan catatan yang perlu Anda perhatikan saat hendak meminang Galaxy Z Fold4 5G. Bisa jadi catatan berikut turut menentukan keputusan akhir Anda.

1. Bodi yang Tebal dan Berat

Samsung Galaxy Z Fold4 5G

Tidak ada satu pun penguji yang mengelak dari fakta bahwa Galaxy Z Fold4 5G adalah ponsel yang tebal. Tebal memang sebuah konsekuensi ketika dua layar dilipat jadi satu seperti sandwich. Bodi yang tebal membuat HP ini akan sangat menonjol ketika dimasukkan ke dalam saku celana.

Bobot Galaxy Z Fold4 5G juga masih berat (263 gram), meskipun sudah 8 gram lebih ringan dibanding Galaxy Z Fold3 5G. Mengoperasikan HP ini dengan satu tangan – dalam mode terlipat – bikin tangan cepat pegal. Hal ini juga timbul lantaran bodinya yang tebal.

Sebagai perbandingan saja, Galaxy Z Fold4 5G jauh lebih berat ketimbang HP-HP lain dengan form factor normal di kelas flagship. Ia lebih berat daripada vivo X80 Pro (219 g), Galaxy S22 Ultra (228 g), dan iPhone 13 Pro Max (240 g).

Allison Johnson bertutur, ia bisa memakai HP ini dengan satu tangannya selama satu menit. Itu pun kalau perlu. Lebih dari satu menit rasanya berat. Satu lagi, masih menurut Johnson, Galaxy Z Fold4 5G gampang keluar dari saku celana.

Hal ini dirasakan Johnson ketika dia mau duduk. Sementara itu, dia memakai celana jogger yang umumnya punya saku di samping. Mendengar HP seharga puluhan juta jatuh dari saku celana tentu bikin hati setiap pemilik bakal deg-degan.

2. Masalah soal Kamera Underdisplay dan Optimasi Aplikasi

Samsung Galaxy Z Fold4 5G

Samsung telah menambah kerapatan piksel dan mengubah susunannya pada pada layar utama Galaxy Z Fold4 5G, khususnya di area kamera under-display. Hal ini membuat kamera underdisplay si ponsel makin sulit ditemukan oleh pengguna.

Hanya, tak satu pun penguji yang terkesan dengan kualitas tangkapan kamera 4 MP itu. Untungnya, pengguna masih bisa memakai kamera selfie 10 MP yang ada di layar sampul. Beberapa penguji menyarankan menggunakan kamera under-display hanya dalam keadaan darurat.

Lalu, menurut kami, posisi kamera under-display ini kurang ideal yakni di bagian tepi atas layar utama (sisi terpendek). Kalau memang kegunaannya untuk memaksimalkan pengalaman video call dalam mode flex, mestinya kamera tersebut ditaruh di tepi sisi terpanjang layar.

Hal lain yang dipersoalkan oleh beberapa penguji adalah optimasi aplikasi. Samsung sebetulnya sudah berupaya mengajak para developer agar aplikasi bikinan mereka mendukung fitur Multi View.

Dengan fitur ini, Anda bisa melihat deretan email yang masuk di layar sebelah kiri, sedangkan layar sebelah kanan menampilkan isi salah satu email yang dibuka. Menurut Samsung, sudah ada 32 aplikasi yang mendukung Multi View, termasuk Google Chrome, YouTube, Netflix, dan Microsoft Teams.

Hanya saja, itu belum cukup. Masih banyak aplikasi yang belum mendukung tampilan Multi View. Akibatnya, banyak aplikasi yang hanya dibentang lebih lebar dengan tampilan sama seperti HP dengan layar normal. Hal itu memunculkan ruang kosong tak terpakai pada layar Galaxy Z Fold 4 5G.

3. Harga Relatif Mahal

Samsung Galaxy Z Fold4 5G

Galaxy Z fold4 5G dirilis dengan harga Rp24,9 juta untuk varian memori 12/256 GB, Rp26,9 buat 12/512 GB, dan Rp30,9 juta untuk varian 12 GB RAM dengan penyimpanan 1 TB. Varian yang terakhir merupakan varian baru karena di generasi pendahulunya belum ada.

Namun, untuk dua varian yang lain, harganya sama seperti Galaxy Z Fold3 5G. Di satu sisi, hal tersebut merupakan kabar baik karena Samsung memberi peningkatan kualitas produk tanpa meningkatkan harga jual.

Di sisi lain, HP ini masih relatif mahal, bahkan jika dibandingkan dengan Galaxy S22 Ultra yang varian termahalnya dihargai Rp20,9 juta. Bagaimanapun, layar lipat adalah teknologi yang baru, sehingga sangat wajar bila Galaxy Z Fold4 5G punya banderol relatif tinggi.

Simpulan

Galaxy Z Fold4 5G bisa dibilang sebagai penyempurna dari Galaxy Z Fold3 5G. Tidak banyak perubahan yang diberikan, tetapi perubahan itu sifatnya penting. Mulai dari performa, kamera, daya tahan baterai, dan peningkatan kemampuan multitasking.

Meski begitu, bukan berarti hal yang tidak dirombak tidak keren. Desain dan layar HP ini masih salah satu yang terbaik. Beberapa catatan penting yang tidak boleh Anda kesampingkan terhadap si ponsel adalah bobot, tampilan mayoritas aplikasi yang belum optimal, dan harga.

Untuk harga, mahal atau murah tentu relatif. Namun, mengingat Galaxy Z Fold4 5G ditujukan untuk kalangan profesional, harga bukan sebuah masalah besar. Tertarik membeli HP yang satu ini?


https://actoncloud.com