Wajib Tahu, Ini 10 Kelebihan dan Kekurangan OPPO Reno8 Pro


OPPO Reno Series telah mencapai iterasi kedelapan. Tepat pada Juli 2022, OPPO Reno8 Series diperkenalkan ke publik secara global. Model teratasnya adalah OPPO Reno8 Pro yang akan dibahas dalam artikel ini.

OPPO Reno8 Pro ini bukanlah OPPO Reno8 Pro yang sama dengan versi Tiongkok. HP ini adalah rebrand dari OPPO Reno8 Pro+ versi Tiongkok. Chipset yang dipakainya juga bukan Snapdragon 7 Gen 1, melainkan MediaTek Dimensity 8100-Max.

Desain menjadi jualan utama dari ponsel ini. Penampilannya benar-benar premium. Namun, sektor lain seperti performa dan kamera juga keren. Terlebih OPPO menyematkan cip pemrosesan gambar MariSilicon X yang sebelumnya cuma ada di seri Find X.

Carisinyal pun akan coba membedah potensi apa saja yang dimiliki OPPO Reno8 Pro. Dengan begitu, Anda bisa menilai apakah ponsel ini menarik atau tidak. Namun, sebelum ke pembahasan, simak dulu spesifikasi utama si ponsel seperti berikut.

Spesifikasi OPPO Reno8 Pro

Layar AMOLED 6.7 inci
Chipset MediaTek Dimensity 8100-Max
RAM 8 GB, 12 GB
Memori Internal 256 GB
Kamera
50 MP
(wide)


8 MP
(ultrawide)


2 MP
(macro)
Baterai Li-Po 4500 mAh
Harga Saat Rilis Rp –

Kelebihan OPPO Reno8 Pro

OPPO Reno Series dengan akhiran Pro biasanya ditujukan untuk segmen kelas menengah atas. Namun, setelah menyimak enam poin kelebihan di bawah ini, Anda mungkin akan ragu untuk menyebut bahwa OPPO Reno8 Pro adalah ponsel kelas menengah atas.

1. Desain Sedap Dipandang

reno8 pro

OPPO Reno Series umumnya memiliki desain yang menarik. Bodi tipis dengan bobot ringan jadi ciri khas selanjutnya. Namun, OPPO tampaknya telah bekerja keras untuk menaikkan level desain pada OPPO Reno8 Pro.

Lihat saja, penampilan sisi belakang ponsel ini terlihat begitu mulus dan menawan. Ia sedap dipandang. Sisi belakang ponsel ini memakai selembar kaca Gorilla Glass 5 yang kemudian dibekuk secara lembut pada area tertentu untuk membentuk modul kamera.

Tidak ada tonjolan lensa kamera akibat bekukan tersebut. Inilah yang membuat desainnya terlihat seamless.

Bahasa desain yang seperti ini sebelumnya hanya dapat dijumpai di Find X Series, tepatnya OPPO Find X3 Pro dan X5 Pro. Ponsel ini jelas akan menjadi pusat perhatian, terlebih permukaannya reflektif.

Beralih ke sisi samping, terdapat rangka aluminium yang bentuknya datar (flat), mengikuti sisi tepi penutup belakang. Bagian kanan rangka diisi tombol power dengan sebuah aksen hijau. Di bagian bawah terdapat mikrofon, speaker, port USB C, dan slot dual SIM.

Bagian kiri rangka ponsel ini jadi tempat bernaung tombol pengatur volume. Di bagian atas terdapat mikrofon sekunder.

Balik ke area depan, terlihat layar ponsel ini yang bergaya punch hole. Lubang kamera ditempatkan di tengah atas. Layar dengan lapisan kaca Gorilla Glass 5 ini terlihat trendi karena bezel alias bingkainya tipis dan simetris di seluruh sisi.

Adapun bezel atas HP ini dinaungi earpiece yang merangkap fungsi sebagai speaker sekunder.

OPPO Reno8 Pro nyatanya tidak hanya sedap dipandang. Ia juga enak digenggam. Menurut GSM Arena, bodi HP ini tidak meleyot saat digenggam, tidak pula terasa kopong. Hal ini berarti build quality si ponsel memang keren.

OPPO tidak menyebut apakah Reno8 Pro memiliki IP rating atau tidak. Namun, menurut Dhruv Mohan dari Business Insider India, HP ini punya IP54. Dengan begitu, HP ini tahan debu serta tahan cipratan air dari segala arah.

Adapun Reno8 Pro memiliki dimensi 161.2 x 74.2 x 7.3 mm dengan bobot 183 gram. Ia lebih tipis dan lebih ringan ketimbang OPPO Reno6 Pro yang masuk ke Indonesia.

2. Tampilan Layar Cemerlang, Speaker Lantang

reno8 pro

Sektor tampilan OPPO Reno8 Pro didukung oleh layar 6,7 inci berpanel AMOLED. Layar ini memiliki resolusi Full HD+, lebih spesifiknya 1080 x 2412 piksel. Jumlah piksel dibagi dengan bentang layar menghasilkan kepadatan piksel sebesar 394 ppi.

Layar tersebut cukup canggih untuk standar masa kini. Pasalnya, ia mendukung refresh rate 120 Hz dan touch sampling rate 360 Hz. Tampilan animasi yang muncul pun mulus, serta sentuhan jari dapat direspons secara instan.

OPPO menyebut bahwa layar HP ini dapat menampilkan 1,07 miliar warna (8 bit). Dalam mode Vivid, layar Reno8 Pro diklaim bisa tembus rentang warna 100% DCI-P3. Sedangkan dalam mode Soft, masuk rentang warna 100% sRGB.

Terkait tingkat kecerahan, layar HP ini bisa meraih level 500 nit. Angka 800 nit bisa diraih dengan mode auto, sedangkan kecerahan puncak 950 nit tercapai ketika ponsel memutar konten HDR. Ya, OPPO Reno8 Pro dapat memutar konten berformat HDR10+.

Layar HP ini juga mendukung sensor fingerprint berjenis optik yang kekinian. Tak ada satu pun penguji yang kecewa dengan kualitas tampilan layar OPPO Reno8 Pro.

Baca juga  6 Perbedaan POCO F3 dan POCO F4 yang Perlu Anda Tahu

Contohnya Dhruv Mohan yang memuji detail dan akurasi warnanya. Bagi dia, pemakaian di ruangan ruangan bukan masalah. Seluruh konten dapat ditampilkan dengan baik tak peduli dilihat dari sudut mana pun.

Mohan juga merasa puas saat menyaksikan video di YouTube dan beberapa platform OTT seperti Netflix serta Amazon Prime. Resolusi video yang bisa ditampilkan pada platform OTT adalah HD, artinya HP ini mengantongi Widevine L1.

Di sisi lain, pengalaman menyenangkan saat menonton film tidak akan menyenangkan jika keluaran suara ponsel melempem. Untungnya, OPPO Reno8 Pro tidak begitu.

Dalam pengujian yang dilakukan GSM Arena, speaker stereo ponsel ini dapat memproduksi suara lantang. Skor kelantangannya mencapai -25,5 LUFS (Loudness Unit Full Scale), sehingga masuk kategori sangat bagus. Dalam pandangan GSM Arena, suara speaker HP ini bersih dengan distorsi yang minim.

3. Performa Oke

reno8 pro

Seperti yang sudah disinggung pada paragraf pembuka, OPPO Reno8 Pro memakai SoC MediaTek Dimensity 8100-Max. Pada dasarnya, SoC premium ini adalah Dimensity 8100 biasa. Lalu apa yang membuatnya berbeda dan punya imbuhan “Max”

Sederhananya, Dimensity 8100 merupakan salah satu SoC yang mendapat izin dari MediaTek untuk diutak-atik oleh pemakainya. Nah, OPPO sebagai salah satu pemakai memilih untuk mengutak-atik (kustomisasi) komponen prosesor AI pada SoC ini, yakni APU 580.

Hasil utak-atik tersebut dijanjikan dapat memberi dampak pada kestabilan frame rate saat main game, serta meningkatkan kemampuan perekaman video di kondisi low light. Dugaan kami, penambahan cip NPU MariSilicon X juga berkaitan dengan penamaan Dimensity 8100-Max.

Adapun Dimensity 8100-Max memiliki delapan core CPU. Empat core di antaranya merupakan klaster performa Cortex A78 dengan clock speed 2,85 Ghz. Sementara itu empat core sisanya adalah klaster efisiensi Cortex A55 dengan clock speed 2,0 Ghz.

Komponen lain yang dikandung SoC 5 nm ini adalah GPU Mali-G610 MC6, prosesor gambar Imagiq 780, dan modem internal 5G. Dimensity 8100-Max kompatibel dengan memori internal UFS 3.1 dan RAM LPDDR5.

Pada Reno8 Pro versi Global, terdapat dua varian memori yang ditawarkan. Ada 8/256 GB dan 12/256 GB. Unit yang dites adalah varian 12/256 GB. Adapun HP ini tidak punya slot microSD untuk menambah ruang simpan si ponsel.

Berdasarkan pengujian yang dilakukan GSM Arena, skor AnTuTu 9 OPPO Reno8 Pro mencapai 718.351. Skornya memang tidak buruk, tetapi agak berjarak dengan realme GT Neo3 (819.348) yang memakai SoC sama. Bisa jadi hal ini muncul karena sistem pendinginan kedua ponsel berbeda.

Selanjutnya, pada pengujian GeekBench 5, OPPO Reno8 Pro meraih skor singlecore 894 dan multicore 3395. Skor ini agak rendah ketimbang yang didapat jurnalis 91 Mobiles, Prateek Pandey, yakni 942 untuk singlecore dan 3639 buat multicore.

OPPO reno8 pro
OPPO reno8 pro

Namun, tetap saja skor itu tak lebih tinggi dari realme GT Neo3 yang memakai SoC sama. Kemudian, beberapa pengujian pada GFX Bench dan 3DMark Wild Life menunjukkan bahwa kemampuan grafis OPPO Reno8 Pro cukup apik.

Misalnya, pada 3DMark Wild Life Vulkan 1.1 (offscreen 1440p), ponsel ini mencatat skor 5668. Di sesi ini, OPPO Reno8 Pro akhirnya mengungguli realme GT Neo3 (5428). Ia bahkan mampu menyamai ASUS Zenfone 8 (5666) yang menggunakan chipset kelas atas Snapdragon 888.

Kinerja Dimensity 8100-Max pada Reno8 Pro pun relatif stabil. Penurunan performa seiring pemberian beban kerja tinggi dalam waktu lama memang ada. Akan tetapi, penurunan itu terjadi secara bertahap.

Grafik yang dihasilkan melalui CPU Throttling Test menunjukkan penurunan performanya ada di angka 76% dari kemampuan puncak. Grafiknya juga tidak naik turun, artinya performa si ponsel cenderung stabil.

Sementara itu, Prateek Pandey memperoleh hasil kestabilan performa di angka 98,4% pada 3DMark Wild Life Stres Test.

Nah, bagaimana performa OPPO Reno8 Pro jika dihadapkan pada kondisi nyata seperti main game? Singkat kata, bagus. Game Battleground Mobile India (PUBG versi India) dapat dijalankan pada setelan grafik “HDR” dengan frame rate “Ultra”.

Setelan frame rateExtreme” (60 fps) tidak bisa dipakai ketika grafiknya “HDR”. Namun, saat setelan grafik diturunkan ke “Smooth”, frame rate 90 fps justru bisa diraih. Fenomena ini cukup aneh menurut Pandey.

Pasalnya, dia tidak menjumpai kejadian seperti itu di gim-gim lain. Misalnya di Apex Legends Mobile, HP ini bisa menjalankan setelan grafik “Normal” pada frame rate “Ultra” (60 fps).

Adapun untuk penggunaan sehari-hari, OPPO Reno8 Pro lancar jaya. HP ini bisa menjaga aplikasi yang berjalan di background tetap aktif dalam waktu lama. Karena itu, pindah-pindah antaraplikasi terasa mulus. Demikian seperti yang dirasakan Dhruv Mohan.

4. Kamera Dapat Diandalkan

reno8 pro

Sebagian orang bisa jadi akan melihat bahwa konfigurasi kamera OPPO Reno8 Pro mengalami penurunan ketimbang Reno6 Pro. Alasannya, Reno8 Pro tidak punya OIS juga tidak punya kamera telefoto. Namun, simpan dulu anggapan itu sampai melihat bagaimana hasil tangkapannya.

Baca juga  10 HP realme Terbaik dan Paling Canggih Di Dunia (Juli 2022)

Reno8 Pro kini memakai tiga kamera belakang. Rinciannya, kamera utama 50 MP f/1.8; kamera ultrawide 8 MP f/2.2; dan kamera makro 2 MP f/2.4. Ketiganya ditemani satu lampu flash.

Sebagai informasi, kamera utama HP ini memakai sensor Sony IMX766 yang cukup legendaris. Kamera ultrawidenya menggunakan sensor Sony IMX355, dan kamera makronya didukung sensor GalaxyCore GC02M1.

Peningkatan justru ada pada kamera selfie-nya yang disokong sensor Sony IMX709. Kamera 32 MP tersebut telah dilengkapi fitur autofokus. Hal ini membuat kamera memiliki fleksibilitas jarak saat mengunci fokus.

Terkait perekaman video, kamera utama dapat merekam video hingga 4K 30 fps, bisa juga 1080p (Full HD) 60 fps. Sementara itu, kamera ultrawide dan kamera selfie mentok di 1080p 30 fps.

Tidak lupa kamera-kamera yang ada di Reno8 Pro didukung oleh cip NPU MariSilicon X. Cip ini fungsinya macam-macam. Misalnya, melakukan olah algoritma untuk meningkatkan detail dan karakter warna, serta mengurangi noise dan memperterang video malam hari.

Satu kata yang diucap Dhruv Mohan mengenai kualitas tangkapan kamera Reno8 Pro: memesona. Dalam situasi outdoor dengan pencahayaan cukup, kamera utama si ponsel dapat menciptakan foto dengan saturasi yang pas, tajam, penuh detail.

Rentang dinamisnya juga mengesankan, khususnya saat matahari sedang terang-terangnya. Kamera utama ini juga masih bisa menghasilkan foto yang bagus pada kondisi low light. Noise yang dihasilkan cukup minim.

Sementara itu, kamera ultrawide Reno8 Pro belum bisa mengimbangi kamera utamanya. Untuk kamera makro, sebaiknya tidak perlu digunakan kecuali sedang iseng. Sebab Mohan mesti memotret berkali-kali untuk bisa mendapatkan hasil yang tajam.

Adapun kamera selfie Reno8 Pro menghasilkan foto yang bagus menurut Prateek Pandey. Kata dia, foto yang dihasilkan sangat detail, bahkan ketika objek membelakangi sumber cahaya. Posisi seperti itu membuat foto rawan mengalami backlight.

Terakhir mengenai perekaman video, Dhruv Mohan terkesan dengan kinerja kamera utama Reno8 Pro. Ia pun menyebut rekaman video HP ini layak untuk membuat konten. Dari segi hasil, videonya sangat detail.

Prateek Pandey juga sebenarnya suka karena merasakan bahwa rekaman video kamera utama HP ini punya warna yang hidup dan minim noise. Hanya saja, karena HP cuma dilengkapi EIS, efek jitter akibat penstabilan sangat terasa. Hal ini sering terjadi saat merekam video pada malam hari.

5. Daya Tahan Baterai Bagus, Pengisian Daya Kencang

reno8 pro

OPPO Reno8 Pro dibekali baterai 4500 mAh. Kapasitas ini memang tidak kecil, tetapi jauh dari kata luar biasa untuk standar zaman sekarang. Kapasitas baterai kerap dikorbankan demi bodi ponsel yang ramping.

Namun, daya tahan baterai ponsel ini ternyata bagus. Berdasarkan pengujian yang dilakukan GSM Arena, Reno8 Pro mencatat skor ketahanan 100 jam. Hal ini membuktikan bahwa OPPO dapat menciptakan sistem manajemen daya yang baik, di samping SoC Dimensity 8100-Max yang tak boros listrik.

Dalam tiga skenario pengetesan ala GSM Arena, HP ini bisa bertahan 30 jam 31 untuk telepon, 12 jam 40 menit saat dipakai browsing, dan 17 jam 27 menit buat memutar video lokal.

Daya tahan baterai OPPO Reno8 Pro bahkan lebih baik daripada Samsung Galaxy S21 FE (92 jam) yang memiliki kapasitas baterai sama.

Selain baterai 4500 mAh yang awet, Reno8 Pro diperkuat teknologi pengisian cepat 80W. OPPO menamaninya dengan SuperVOOC. Charger 80W pun masuk dalam paket penjualan.

Berbekal charger tersebut, mengecas baterai kosong selama 30 menit mampu membuat kapasitasnya terisi 90%. Pengecasan sampai baterainya penuh hanya memakan waktu 42 menit!

6. Sensor Lengkap dan Fungsional

reno8 pro

Banyak ponsel-ponsel masa kini yang sensornya tidak lengkap. Kalau tidak jumlahnya berkurang, sensor-sensor tersebut diganti dengan versi virtual yang secara akurasi kalah ketimbang sensor fisik.

Untungnya hal ini tidak terjadi pada OPPO Reno8 Pro. Seluruh sensor esensial ada dan jenisnya adalah sensor fisik. Ada sensor akselerometer, proksimitas, cahaya, giroskop, dan kompas. Ada pula sensor spektrum warna yang fungsinya untuk fotografi.

Keberadaan sensor cahaya membuat HP ini bisa melakukan penyesuaian kecerahan layar berdasarkan situasi pencahayaan sekitar. Sementara itu, fungsi sensor giroskop di HP ini adalah untuk menentukan orientasi tiga dimensi baik saat main gim dan melakukan penstabilan video.

Kekurangan OPPO Reno8 Pro

Di balik bodinya yang keren, OPPO Reno8 Pro menyimpan sisi lain yang mesti Anda tahu. Bukan berarti sisi lain tersebut bermakna negatif. Akan tetapi, segala sesuatu memang harus dilihat dari dua sisi yang berbeda agar penilaian berimbang.

Baca juga  17 Laptop Buatan Indonesia yang Bagus dan Terbaru 2022

1. Bodi Licin dan Mudah Ternoda

reno8 pro

Pemakaian material kaca di sebuah smartphone memang sudah lazim. Hanya, kaca yang dipakai untuk penutup belakang Reno8 Pro memiliki finishing glossy yang berkilauan. Finishing inilah yang membuat bodi ponsel terasa licin.

Pengguna mesti hati-hati saat menggenggam si ponsel. Selain itu, finishing glossy juga menyebabkan bekas sidik jari maupun minyak gampang menempel. Beberapa penguji mengaku harus sering-sering mengelap bodi ponsel agar tidak terlihat kotor.

Kasus ini terjadi pada varian warna Glazed Black. Varian warna yang satunya, Glazed Green, juga gampang ternoda, tetapi tidak terlalu tampak. Dua masalah itu tentu akan selesai saat pengguna memasang case.

2. Penyesuaian Refresh Rate Kurang Konsisten

reno8 pro

GSM Arena mencermati ada masalah pada penyesuaian otomatis refresh rate OPPO Reno8 Pro. Terdapat dua setelan refresh rate yang tersedia dalam antarmuka ColorOS si ponsel. Dua setelan itu adalah Standard (60 Hz) dan High (120 Hz).

Saat pengguna memilih setelan High, proses navigasi di seluruh antarmuka akan terasa mulus. Hanya, setelan 120 Hz ternyata kadang-kadang tidak turun otomatis ketika tidak diperlukan.

Misalnya, saat membuka aplikasi bawaan seperti galeri dan pemutar video. Refresh rate tinggi tentu tidak ideal untuk dua aplikasi tersebut dan dampaknya ada di konsumsi daya.

GSM Arena juga mencatat, kadang-kadang pula setelan refresh rate terpaku di 90 Hz saat membuka aplikasi-aplikasi bawaan tersebut. Gejala inkonsistensi refresh rate ternyata juga terjadi saat main gim.

Beberapa gim seperti 1945 Sky Force, Pacman 256, dan PUBG Mobile sebetulnya mendukung refresh rate tinggi agar frame rate bisa tembus di atas 60 fps. Akan tetapi, ketiganya hanya bisa dimainkan dengan refresh rate 60 Hz.

Namun, GSM Arena juga menjumpai gim yang dapat memaksimalkan potensi refresh rate HP ini. Gim itu adalah Dead Trigger 2 dan Alto’s Adventure yang sama-sama bisa menyentuh 120 fps.

Sepertinya pengguna memang harus mencoba satu per satu gim untuk mengetahui mana yang bisa pakai refresh rate tinggi.

Dari kasus-kasus tersebut, ColorOS HP ini sepertinya belum punya mekanisme yang baku untuk menyesuaikan setelan refresh rate. Oleh sebab itu, penyesuaian yang dilakukannya terlihat sedikit kacau. Masalah ini semestinya bisa dibereskan dengan update software.

3. Tidak Ada Wireless Charging

reno8 pro

OPPO Reno8 Pro sebetulnya sangat memenuhi syarat untuk memiliki teknologi pengisian daya nirkabel alias wireless charging. Chipset Dimensity 8100-Max yang digunakannya memiliki protokol pengisian nirkabel.

Lalu bodi ponsel ini terbuat dari kaca, bukan logam. Material kaca dan plastik tidak menghalangi proses transfer listrik secara elektromagnetik. Sayang teknologi wireless charging belum dimiliki ponsel ini.

Karena itu pula, Reno8 Pro tidak bisa mengecas perangkat lain seperti TWS secara nirkabel. Pengguna hanya bisa mengecas perangkat lain dengan memanfaatkan teknologi pengisian balik. Metode ini memerlukan kabel USB C ke USB C, sehingga tidak sesimpel reverse wireless charging.

4. Harga Relatif Mahal

reno8 pro

Di India, OPPO Reno8 Pro 12/256 GB dirilis dengan harga 45.999 rupee. Nominal tersebut setara dengan Rp8,6 juta (kurs 22 Juli 2022). Menurut Prateek Pandey, banderol harga tersebut terbilang mahal. Namun, pandangan tersebut tentu saja subjektif.

Jika dibandingkan dengan realme GT Neo3 150W yang di Indonesia dijual seharga Rp7.999.000, Reno8 Pro memang lebih mahal.

Padahal realme GT Neo3 150W memakai SoC yang sama dengan Reno8 Pro. Ia juga punya OIS dan kecepatan pengisian lebih kencang. Namun, GT Neo3 tak secantik Reno8 Pro.

Persoalan mengenai banderol harga memang cukup subjektif. Anda mungkin bisa bilang mahal jika nominal yang dibayarkan tidak sesuai dengan yang didapat. Namun, pandangan orang terkait berapa harga yang pantas untuk suatu produk berbeda-beda.

Simpulan

OPPO Reno8 Pro membuat ponsel Reno Series naik kelas. Penampilan ponsel ini superior, mirip seri atasnya seperti OPPO Find X5 Pro. Tak hanya itu, HP ini juga bagus dalam hal multimedia, menangani gim berat, daya tahan baterai.

Adanya cip MariSilicon X yang sebelumnya cuma ada di Find X Series meningkatkan kualitas tangkapan foto dan rekaman video kamera HP ini. Namun demikian, karena HP ini bukan ditujukan untuk kelas yang sama dengan Find X Series, mesti ada beberapa hal yang dipangkas.

Misalnya saja, fitur OIS dan wireless charging. Catatan lain yang harus Anda perhatikan adalah bodi HP ini yang licin dan mudah ternoda, serta penyesuaian refresh rate-nya belum konsisten.

Bagaimanapun, OPPO Reno8 Pro adalah smartphone yang menarik. Meskipun begitu, tidak semua orang akan cocok memakainya. Nah, bagaimana menurut Anda mengenai smartphone ini?


https://actoncloud.com