10 Kelebihan dan Kekurangan Infinix yang Perlu Diketahui


Infinix Mobile merupakan salah satu brand smartphone yang berbasis di Hong Kong dan didirikan pada tahun 2013 oleh Transsion Holdings. Kendati dibangun pada tahun 2013, ponsel-ponsel Infinix baru menjajali pasar Indonesia di tahun 2016.

Pertumbuhan merk Infinix bisa dibilang sangat cepat. Karena, dalam kurun sekitar 5 tahun saja, ia berhasil head-to-head dengan beragam merk HP raksasa di Tanah Air yaitu Xiaomi, realme, OPPO, dan vivo.

Sejauh ini, produk-produk ponsel pintar dari Infinix sudah tersedia di 60 negara. Sejumlah wilayah yang memberikan respon positif terhadap kehadiran Infinix adalah Nigeria, Timur Tengah, dan Asia. Amerika Serikat juga termasuk salah satu negara yang dimasuki oleh Infinix.

Anda bisa memandang Infinix sebagai brand pesaing bagi Xiaomi (tepatnya Redmi) dan realme sebagai merk yang senantiasa hadirkan ponsel terjangkau dengan kualitas di atas rata-rata.

Lantas, apa sajakah hal-hal yang menjadi kelebihan dan kekurangan bagi brand Infinix tersebut? Simak poin-poin berikut ini.

Kelebihan Infinix

Ada sejumlah alasan tertentu yang membuat Infinix tetap eksis di Indonesia hingga saat ini. Berikut adalah poin-poin kelebihannya.

1. Banyak Menghadirkan Ponsel Rp1 Jutaan Berkualitas

Salah satu hal yang menjadikan Infinix sebagai brand yang layak diapresiasi adalah kemampuannya menghadirkan ponsel berkualitas di harga 1 jutaan. Bukan hanya HP 1 jutaan yang harganya hampir menyentuh 2 juta, melainkan seri Infinix Smart yang harganya cuman Rp1,2 jutaan.

Contohnya seperti Infinix Smart 6 di harga Rp1.249.000 yang menghadirkan fitur bersaing, seperti sensor sidik jari di belakang dan face unlock, baterai super besar 5.000 mAh, desain desain bodi dengan material antibakteri.

HP Infinix adalah opsi yang layak dipertimbangkan jika mencari HP sangat terjangkau namun sudah tawarkan sensor sidik jari. Pasalnya, jarang HP di harga segini yang memiliki fitur keamanan tersebut.

2. Umumnya Memiliki Ukuran Layar Super Besar

infinix note 10 layar_

Jika mengategorikan brand berdasarkan kecenderungannya meluncurkan ponsel berkualitas di harga yang terjangkau, maka nama-nama yang muncul di benak kita adalah Xiaomi, realme, Infinix.

Jadi, Infinix bukanlah satu-satunya yang suguhkan value for money yang baik. Namun di antara ketiganya, memang hanya Infinix lah yang paling rajin keluarkan produk dengan ukuran layar begitu lebar, terutama pada seri Infinix Note.

Berkaca pada Infinix Note 7, 8, 9, dan 10, Anda akan menemukan ukuran layar mencapai 6,95 inci pada panel IPS LCD. Lantas, hal ini menjadikan Infinix sebagai brand unik yang mengeluarkan produk phablet, yakni gabungan dari kata smartphone dan tablet lantaran punya ukuran layar super besar.

Tren untuk mengeluarkan layar besar ini sayangnya “redup” pada Infinix Note 11, mulai memunculkan panel AMOLED di rentang harga Rp2 jutaan alih-alih ukuran layar yang lebar. Namun tetap saja, Infinix Note 11 dan 12 nyatanya masih tawarkan layar AMOLED dengan ukuran 6,7 inci pada resolusi Full HD+,

Meski tidak semengagumkan beberapa predesornya, namun ukuran 6,7 inci masih tergolong besar di kala sejumlah ponsel pesaingnya tak jarang hanya menghadirkan layar 6,5 inci.

3. Salah Satu Brand dengan Overall Quality Terbaik di Semua Segmen

infinix note 12 vip

Apabila kita melihat smartphone dari merk tertentu, seringkali mereka memiliki fokus utama di satu sisi namun mengorbankan sisi lain.

Seperti ponsel OPPO di harga Rp2 jutaan yang umumnya mengutamakan sisi kamera tapi punya performa seadanya. Atau Samsung yang memiliki sisi trustworthiness sebagai daya tarik utamanya, namun hadirkan kelemahan dari sisi price to performance.

Di antara brand lain, Infinix tergolong salah satu yang menawarkan keunggulan di semua sisi. Beberapa ponsel buatan mereka untuk kelas menengah dan entry-level, seringkali suguhkan spesifikasi dan fitur menarik.

Baca juga  10 Rekomendasi HP Harga 4 Jutaan Terbaik (September 2022)

Secara keseluruhan, spesifikasi HP tersebut memenuhi segala aspek yang dibutuhkan pengguna. Dan menariknya lagi, Infinix selalu lakukan penyesuaian terhadap kebutuhan pasar. Ini terlihat dari munculnya varian-varian unik yang ditandai dengan penamaan yang lain dari biasanya.

Jika biasanya varian ponsel terbagi menjadi reguler dan Pro/Plus (terkadang ada pula Pro+ atau Ultra), Infinix memunculkan varian-varian lain seperti Infinix Note 12 Turbo (varian dengan chipset berbeda) dan Infinix Note 12 VIP (varian dengan fast charging 120 W), selain dari Infinix Note 12 Pro.

Dengan begini, pengguna pun lebih leluasa memilih varian yang sesuai dengan minat dan kebutuhan. Masing-masing varian pun berusaha untuk memenuhi segala aspek sehingga pengguna dapat merasakan kualitas layak tanpa korbankan satu aspek pun.

4. Memiliki Layanan After Sales yang Baik Berkat Carlcare Service Center

Infinix berhasil meningkatkan kualitas layanan purna jual atau yang biasa disebut dengan after sales, dengan mengandalkan layanan purna jual Carlcare Service Center.

Ini merupakan layanan after sales resmi untuk brand Infinix. Layanan ini sudah tersedia di lebih dari 120 titik lokasi, tersebar di seluruh penjuru Indonesia mulai dari Jawa, Kalimantan, dan Sumatra.

Pemilik Infinix juga tidak perlu melakukan effort lebih untuk menghubungi layanan ini, cukup dengan membuka situs resmi carlcare.com atau membuka aplikasi CarlCare yang tersedia di smartphone Infinix.

Untuk mendapatkan pelayanan premium, tersedia juga Carlcare Flagship Service Center yang tersedia di ITC Kuningan di Jakarta. Di sini, Anda dapat merasakan perbaikan kilat (hanya 1 jam) untuk perbaikan yang mudah, dan durasi hingga maksimal 72 jam untuk perbaikan kompleks.

5. Suka Berikan Fitur-Fitur “Kejutan”

infinix note 12 vip

Brand Infinix termasuk dalam salah satu produsen yang berikan kejutan-kejutan unik di setiap produknya. Ini terjadi karena sebagian ponselnya menghadirkan fitur yang jarang dimiliki oleh ponsel pesaingnya.

Misalnya saja seperti Infinix Zero X Pro. HP ini hanya memiliki banderol harga mulai dari Rp4 jutaan, tapi sudah membawakan kamera utama 108 MP yang dilengkapi OIS dan juga lensa periskop telefoto Moonshot Camera untuk mengambil foto pemandangan bulan di malam hari.

Padahal, umumnya lensa periskop telefoto baru bisa ditemukan pada ponsel seharga Rp7 jutaan atau bahkan Rp10 jutaan ke atas. Selanjutnya adalah Infinix Note 12 VIP yang menghadirkan kemampuan pengisian daya cepat (fast charging) hingga 120 W.

Untuk diketahui, daya pengisian 120 W adalah salah satu yang tercepat di industri, dan biasanya hanya dimiliki oleh smartphone flagship dengan banderol harga 10 jutaan.

Karena harga Infinix Note 12 VIP yang seharga 4 jutaan, ini tentu jadi sebuah daya tarik yang bikin siapapun menoleh. Tidak sekadar punya daya 120 W, tapi smartphone tersebut juga menghadirkan 108 jenis keamanan untuk menjaga ponsel, kabel, dan adapter dari kerusakan.

“Kejutan-kejutan” inilah yang membuat brand Infinix lekat dengan kesan value for money yang baik. Bahkan saat dibandingkan dengan brand value for money lain seperti realme dan Xiaomi, tetap saja Infinix lah yang lebih sering hadirkan kejutan unik tersebut.

Kekurangan Infinix

Terlepas dari beberapa kelebihannya, rupanya Infinix juga tidak luput dari serangkaian kekurangan yang membuatnya kalah saing.

Baca juga  Inilah 6 Perbedaan Xiaomi 12S, 12S Pro, dan 12S Ultra

1. Branding yang Kurang Kuat untuk Orang Awam

infinix hot 12i sensor sidik jari_

Siapapun tentu mengetahui bahwa sejumlah ponsel Infinix sebenarnya memiliki fitur yang seringkali di atas para pesaingnya. Namun, ini tetap saja tidak merubah persepsi masyarakat awam bahwa nama “Infinix” ini bukan brand yang bisa dipercaya.

Jika misalnya kita menanyakan orang awam untuk mengganti ponsel lamanya dengan yang baru, brand-brand yang langsung bermunculan di benak mereka bukanlah Infinix, melainkan Samsung atau iPhone.

Mentok-mentok, mereka akan lebih open-minded untuk memilih brand Xiaomi atau realme ketimbang Infinix apabila terpentok budget. Tampaknya, Infinix belum dapat merebut posisi Xiaomi sebagai brand dengan value for money terbaik di kala awal-awal memasuki pasar Indonesia.

Sehingga, alih-alih memberikan kesan pertama sebagai HP murah berkualitas, kesan yang ditinggalkan adalah “murah”. Padahal, seiring berkembangnya waktu, Infinix senantiasa berikan peningkatan pada kualitas sembari tetap mempertahankan harganya yang terjangkau.

2. Fitur-Fitur yang Kadang Terkesan Gimik

infinix note 7 microusb

Jika melihat dari spesifikasi ponsel-ponsel Infinix di atas kertas, mereka tampak memiliki fitur yang berkualitas. Hanya saja, beberapa spesifikasinya tampak seperti gimmick lantaran tidak sesuai dengan ekspektasi penggunanya.

Misalnya saja, mereka kala itu mengeluarkan ponsel dengan ukuran layar hampir menyerupai tablet yakni 6,95 inci (Infinix Note 7 dan 8), namun dengan resolusi HD+ yang alhasil justru membuat ketajaman layarnya tidak begitu baik.

Lalu kemudian ada Infinix Zero X Pro. HP ini suguhkan panel layar AMOLED namun ternyata memiliki akurasi warna yang mengecewakan serta tidak memiliki mode warna tertentu seperti beberapa ponsel AMOLED pesaingnya.

Bahkan, sertifikasi DRM-nya hanya Widevine L3 yang membuatnya tidak eligibel terhadap resolusi Full HD di Netflix, seperti yang dihimpun dari ulasan GSM Arena.

Selanjutnya adalah Infinix Zero 8 yang hadirkan layar IPS LCD 6,85 inci dengan refresh rate 90 Hz. Saat awal perilisannya kala itu, fitur refresh rate tinggi baru menjadi tren yang unik.

Namun, penilaian dari GSM Arena justru menunjukkan bahwa layar memiliki pixel response time yang lambat, memberikan pengalaman visual yang jauh dari kata memuaskan.

Bahkan jika menilik Infinix Note 12, ia memiliki konfigurasi Triple Camera yang salah satunya merupakan sensor QVGA. Umumnya, sensor QVGA ini hanya sekadar ada untuk menambah jumlah kamera tanpa berikan fungsi sama sekali pada pengalaman fotografi. Biasanya hal ini hanya ditemukan pada ponsel 1 jutaan, itupun dari brand-brand lokal seperti Luna dan Advan.

Seringkali, ponsel-ponsel Infinix tampak menggiurkan jika dilihat dari spesifikasinya. Namun, kualitasnya perlu dikaji lebih dalam lagi untuk menentukan apakah mereka berikan pengalaman pengguna yang nyaman atau tidak. Sehingga beberapa fitur yang dijanjikan malah jadi terkesan gimik untuk sekadar menarik minat orang untuk membeli.

3. Build Quality yang Kurang Solid

infinix hot 8

Jika menilik pada pendapat salah satu pengguna Infinix yang dilansir dari forum Quora, disebutkan bahwa banyak permasalah yang timbul pada Infinix Hot 8 setelah satu tahun pemakaian.

Disebutkan pula bahwa Infinix Hot 12 memiliki permasalahan software yang begitu lamban dengan aplikasi yang sering mengalami background kill terlepas menggunakan RAM besar 6 GB. Layar smartphone juga seringkali alami kendala pada sensor sentuh ketika menggunakan proteksi layar.

Antarmuka sistem operasi XOS milik Infinix juga memiliki bloatware yang cukup banyak dengan iklan-iklan yang cukup intrusif. Begitu pun dengan permasalahan charging port yang terkadang tidak mau mengecas sama sekali dan mengharuskan untuk diganti oleh layanan service center.

Perihal masalah build quality, Infinix tidak begitu membuat konsumen yakin dan percaya akan ketahanannya, dan konsumen akan lebih condong ke seri Redmi untuk hal ini.

Baca juga  20 HP vivo Terbaru yang Rilis di Indonesia (Agustus 2022)

Selain Redmi, brand yang seringkali mengedepankan sisi build quality adalah realme, karena senantiasa gemborkan proses quality control yang panjang seperti ribuan kali pengetesan tombol daya, charging port, jack audio, dll.

4. Jarang Memakai Chipset dari Qualcomm

Infinix memang merupakan brand dengan ponsel berkualitas, seringkali berikan kapasitas baterai memadai dan juga layar yang lega guna berikan imersi mendalam saat menonton film. Akan tetapi, dapur pacu yang digunakannya selalu berasal dari MediaTek.

Ini tidak semerta-merta membuat kinerjanya kalah dibanding HP lain dengan Snapdragon. Hanya saja, para pelaku developer seringkali melakukan optimasi kepada aplikasi dan gimnya terhadap chipset besutan Qualcomm. Infinix pernah memakai cip Snapdragon pada produk Infinix Hot S3X yang dirilis 2018.

Kebanyakan ponsel besutan Infinix hanya menggunakan chipset MediaTek Helio Bahkan sebelum hadirnya Infinix Zero 5G, tidak ada satupun yang menggunakan chipset Dimensity yang performanya lebih setara dengan Snapdragon keluaran terbaru.

5. Tidak Memiliki Seri Flagship

infinix zero 5g tanpa android 12_

Lini seri Infinix terbagi menjadi beberapa segmen. Segmen entry-level yang mereka miliki dinamakan Infinix Smart yang biasanya memiliki harga 1 juta lebih sedikit (Rp1,1 juta, 1,2 juta, dll.).

Ada juga Infinix Hot series yang sama-sama berada di rentang harga 1 jutaan, namun biasanya hampir menyentuh harga 2 juta (Rp1,6 juta, Rp1,7 juta, Rp1,8 juta, dll.).

Nah, salah satu seri yang popularitasnya paling tinggi adalah Infinix Note series, biasanya memiliki ukuran layar yang begitu lebar dengan dapur pacu memadai serta berada di rentang harga 2 jutaan. Kecuali untuk varian Pro dan VIP yang harganya mencapai 3-4 jutaan.

Seri yang berada di segmen harga termahal adalah Infinix Zero, beberapa contohnya meliputi Infinix Zero 5G yang merupakan HP Infinix pertama yang gunakan jaringan 5G, serta Infinix Zero X series yang menawarkan kamera unggul di kelasnya.

Rata-rata, HP Infinix Zero series memiliki banderol harga 4 jutaan. Bisa dibilang, inilah seri “flagship” yang dimiliki Infinix, atau setidaknya seri yang paling mendekati kata “flagship“.

Tidak ada satupun dari seri-seri ini yang bersaing di rentang harga flagship 10 jutaan. Bahkan, untuk sekadar hadirkan ponsel seharga 7 jutaan pun tidak. Jika kita berkaca pada Xiaomi dan realme, kedua brand ini masih hadirkan portofio produk di segmen premium.

Infinix tampaknya memang ingin membuat dirinya lekat dengan stigma “terjangkau”. Akan tetapi, tanpa adanya produk yang mereka rilis untuk segmen kelas atas, masyarakat pun jadi melekatkan nama Infinix sebagai merk “murah”.

Padahal jika Infinix terjun ke persaingan HP flagship, ia bisa menjadi brand dengan reputasi yang lebih solid lantaran menyuguhkan opsi yang lebih beragam kepada para fansnya.

Demikianlah yang menjadi kelebihan dan kekurangan HP Infinix. Terlepas dari reputasinya yang mungkin masih belum kalahkan brand lain sebagai HP terjangkau berkualitas, namun nyatanya smartphone Infinix menghadirkan aspek-aspek yang berdaya saing tinggi.

Jika Anda bukan tipe orang yang mendambakan kehadiran chipset Snapdragon dan rela menolerir beberapa kekurangannya, Anda mungkin akan menyadari Infinix menawarkan begitu banyak dari biaya yang Anda sisihkan.


https://actoncloud.com