Jenis-Jenis Chipset Snapdragon yang Dipakai di HP Beserta Urutan Terbaiknya


Chipset dengan sistem operasi Android yang paling banyak digunakan oleh berbagai vendor adalah Snapdragon. Chipset ini dibuat oleh Qualcomm, perusahaan komunikasi yang didirikan tahun 1985. Qualcomm kemudian melahirkan beberapa produk seperti ponsel CDMA, paten CDMA2000 1X yang jadi 4G, dan melahirkan chipset paling terkenal di industri mobile, Snapdragon.

Snapdragon ini menjadi merek yang cukup menjual. Tidak sedikit vendor ponsel yang sering bangga jika ponsel yang mereka produksi ditenagai Qualcomm Snapdragon. Bisa dibilang, ponsel dengan chipset Snapdragon lebih menjual jika dibandingkan ponsel dengan chipset dari produsen lain.

Lantas, bagaimana Snapdragon bisa populer sampai sekarang? Ada berapa varian chipset Snapdragon? Apa sajakah chipset Snapdragon yang terbaik? Pertanyaan-pertanyaan tersebut dapat Anda temukan jawabannya pada pembahasan kali ini.

Sejarah Singkat Qualcomm Snapdragon

Snapdragon hadir pertama kali pada tahun 2007. Sebelumnya, Qualcomm menghadirkan prosesor bernama Scorpio yang kemudian tidak dilanjutkan. Qualcomm fokus pada Snapdragon yang pada 2008, chipset ini dipakai pertama kalinya di smartphone Android.

Tahun 2009, Qualcomm memperkenalkan Adreno, GPU yang kemudian terintegrasi dengan chipset Snapdragon. Adreno ini awalnya adalah lini produk grafis yang dimiliki oleh ATI Radeon yang kemudian dijual ke Qualcomm. Pada 2006, ATI Radeon dibeli oleh AMD dan AMD tidak melanjutkan pengembangan lini produk grafis mobile ini. Nama Adreno sendiri adalah anagram dari Radeon.

Kehadiran Adreno jelas memperkuat lini produk Snapdragon. Adreno juga jadi kunci betapa bagusnya performa chipset Snapdragon dalam menjalankan berbagai gim di perangkat mobile. Terlebih melihat fakta banyak orang yang lebih suka memakai smartphone Android dengan chipset Snapdragon dibandingkan chipset lainnya.

Hal inilah yang kemudian membuat para vendor ponsel banyak yang mengandalkan Qualcomm Snapdragon sebagai dapur pacu mereka. Vendor-vendor ternama seperti Xiaomi, Asus, LG, Vivo, Oppo, bahkan Huawei dan Samsung yang memiliki chipset sendiri sering memakai Qualcomm Snapdragon sebagai dapur pacu dari produk mobile yang para vendor produsen ponsel buat.

Sejak diperkenalkan pada tahun 2007, Qualcomm menghadirkan berbagai macam chipset Snapdragon. Chipset yang dibuat Snapdragon bervariasi dari yang performanya standar sampai yang kencang. Untuk menandakan pembeda ini, Snapdragon biasanya memakai kode angka di bagian depan. Contohnya Snapdragon 2xx, Snapdragon 4xx, dan lainnya.

Angka depan semakin tinggi biasanya merupakan chipset untuk ponsel kelas atas. Hal ini berarti angka depan semakin rendah, ditujukan untuk ponsel kelas bawah. Untuk mengetahui lebih jelasnya jenis-jenis dari Chipset Snapdragon, bisa disimak berikut ini.

Jenis-jenis Chipset Snapdragon

Nah, setelah Anda mengetahui sejarah singkat soal chipset Snapdragon, kini saatnya mengetahui beberapa jenisnya yang bisa dibaca berikut ini.

1. Snapdragon 600 Series

snapdragon 636

Nexus 7, HTC One, Samsung Galaxy S4, LG GX, dan Oppo N1 adalah lima di antara ponsel lainnya yang memakai Snapdragon 600 di masa kemunculannya. Snapdragon 600 ini jadi chipset kelas menengah yang secara performa lebih baik dari Snapdragon 400. Bisa dibilang, Snapdragon 600 menghadirkan performa yang lebih imbang, baik untuk prosesor, GPU, maupun fitur lainnya seperti DSP, ISP, dan konektivitas.

Sama seperti Snapdragon 400, Snapdragon 600 terus diproduksi dan semakin hari, chipset yang dihasilkan semakin baik. Tiga chipset yang paling banyak digunakan di keluarga Snapdragon 600 series adalah Snapdragon 625, Snapdragon 636, dan Snapdragon 660. Ketiga chipset Snapdragon tersebut memiliki performa dan fitur yang baik dan selalu disematkan pada ponsel dengan harga yang cukup masuk akal.

Snapdragon 600 series pada perkembangannya mengalami peningkatan kemampuan. Tahun 2018 misalnya, Qualcomm menghadirkan tiga Snapdragon 600 series. Ketiga series tersebut adalah Snapdragon 632 yang dibangun dengan fabrikasi 14nm, Snapdragon 670 dengan fabrikasi 10 nm, dan Snapdragon 675 dengan fabrikasi 11 nm.

Snapdragon 670 dan Snapdragon 675 jadi pusat perhatian. Pasalnya, kemampuan prosesor kedua chipset ini memiliki performa yang lebih baik jika dibandingkan beberapa chipset dari keluarga Snapdragon 800 series. Sleanjutnya keluarga chipset ini bertambah dengan Snapdragon 695 dan Snapdragon 680.

2. Snapdragon 700 Series

Snapdragon 700

Tahun 2018, Qualcomm mengumumkan kehadiran keluarga Snapdragon baru, Snapdragon 700. Ada tiga chipset (saat artikel ini dibuat) yang berada di keluarga ini, yakni Snapdragon 710, Snapdragon 712, dan Snapdragon 730 (serta versi 730G). Kehadiran chipset ini cukup menarik lantaran posisinya berada di antara Snapdragon 600 series dan Snapdragon 800.

Kehadiran Snapdragon 700 tampaknya jadi mengubah kelas chipset Snapdragon. Snapdragon 200 tampak tidak akan berlanjut yang bisa jadi Snapdragon 400 berada pada “kasta” paling bawah, kemudian di atasnya ada Snapdragon 600, lanjut Snapdragon 700 dan posisi teratas adalah Snapdragon 800.

Snapdragon 710 sendiri cukup banyak digunakan di berbagai ponsel seperti Oppo R17 Pro, Samsung Galaxy A8s, Xiaomi Mi 8 SE, Realm 3 Pro, dan masih banyak lagi. Sementara Snapdragon 712  dipakai di Xiaomi Mi 9 SE.

Snapdragon 730 sendiri adalah chipset yang digunakan di Samsung Galaxy A80. Selain itu, Snapdragon 730 punya varian Snapdragon 730G yang bisa dibilang merupakan versi overclocked dari Snapdragon 730. Ada juga Snapdragon 720G. Chipset ini tergolong menarik dan jadi pusat perhatian karena menawarkan performa yang cukup oke.

Salah satu chipset yang terkenal dan bisa diandalkan adalah Snapdragon 778G yang digunakan di Samsung Galaxy A52s 5G. Chipset ini punya performa dan kemampuan grafis yang baik. Malah, chipset lebih stabil untuk menjalankan gim berat dibandingkan Snapdragon 800 series.

3. Snapdragon 800 Series

snapdragon 800

Sampai juga di kategori Snapdragon kelas atas. Namanya chipset kelas atas, jelas kalau chipset Snapdragon 800 memiliki banyak fitur penting. Keluarga Snapdragon 800 selalu menghadirkan chipset yang mumpuni untuk menjalankan berbagai gim berat. Performanya cenderung baik meski produk Snapdragon 800 series tidak selalu berhasil.

Salah satu lini produk Snapdragon 800 yang terbilang gagal adalah Snapdragon masa awal seperti Snapdragon 808 atau Snapdragon 810 yang cenderung cukup panas. Untungnya, Snapdragon 800 series menunjukan taringnya ketika hadir chipset Snapdragon 820 dan Snapdragon 821.

Nama besar Qualcomm semakin meroket seiring kehadiran tiga chipset kelas atas yakni Snapdragon 835, Snapdragon 845, dan Snapdragon 855.

Ketiga chipset tersebut memiliki performa yang baik tetapi dengan konsumsi daya yang lebih sedikit. Terlebih karena Snapdragon 835 dan Snapdragon 845 dibangun dengan fabrikasi 10 nm. Sementara Snapdragon 855 dibangun dengan fabrikasi 7 nm.

Baca juga  10 Aplikasi Pendingin Android Terbaik agar Tidak Panas

Hadir pula Snapdragon 865, Snapdragon 870, dan Snapdragon 888. Chipset ini dibangun dengan proses fabrikasi 7 nm+. Chipset ini menarik karena sudah menghadirkan modem 5G yang sudah terintegrasi. Jadi, ponsel yang sudah memakai chipset ini sudah mendukung jaringan 5G.

4. Snapdragon 8 Gen Series

Snapdragon 8 Gen 1

Snapdragon 8 Gen Series adalah chipset yang diperkenalkan Qualcomm pada 2021 dengan seri pertamanya, Snapdragon 8 Gen 1.

Seri ini bisa dibilang merupakan rebranding dari Snapdragon 800 series. Pasalnya, Snapdragon 8 Gen masih membawa ciri khas dari Snapdragon 800 series, yakni sebagai chipset kelas atas dengan fitur yang lengkap.

 Rebranding ini dilakukan karena Snapdragon 800 series sudah berjalan selama 10 tahun. Pergantian nama juga bertujuan untuk penamaan yang lebih sederhana.

5. Snapdragon S Series

snapdragon

Snapdragon S series adalah chipset Snapdragon generasi pertama. Seri S ini yang hadir pertama kali pada 2007 dengan nama Snapdragon S1. Snapdragon S1 kemudian diimplementasikan pada ponsel Android di 2008. Snapdragon S1 sendiri hadir dengan beberapa model number yang berbeda-beda. Beberapa ponsel yang memakai Snapdragon S1 adalah LG Optimus L7, Samsung Galaxy Trend Life dan Galaxy Young.

Snapdragon S series terus berlanjut. Qualcomm menghadirkan penerus dari Snapdragon S Series seperti Snapdragon S2, Snapdragon S3, dan keluarga Snapdragon S4 (S4 Plus, Play, Pro) sampai tahun 2012. Beberapa tipe ponsel yang memakai Snapdragon S4 adalah Sony Xperia Z, LG Optimus G, ZTE Grand S, dan Oppo Find 5.

6. Snapdragon 200 Series

Snapdragon 200

Tahun 2013, Qualcomm mulai memperbarui lini produk Snapdragon menjadi beberapa kelas. Qualcomm membaginya ke dalam 4 lini seri. Yang pertama adalah Snapdragon 200, Snapdragon 400, Snapdragon 600, dan Snapdragon 800.

Snapdragon 200 ditujukan untuk kelas low entry alias smartphone dengan kelas harga terjangkau. Chipset ini hadir dengan prosesor dua core dan memakai Adreno 203 sebagai pengolah grafisnya. ZTE Blade V, Samsung Galaxy Win, dan HTC Desire 700 adalah tiga di antara banyaknya ponsel Android yang memakai chipset ini.

Snapdragon 200 dikembangkan oleh Qualcomm dengan beberapa seri. Tercatat dari 2014 sampai 2017, Qualcomm menghadirkan keluarga Snapdragon 200 seperti Snapdragon 205, Snapdragon 208, Snapdragon 210 dan Snapdragon 212.

Hadirnya keluarga Snapdragon 200 ini tidak lepas dari masih banyaknya orang yang membutuhkan ponsel murah. Snapdragon melihat peluang tersebut dengan menghadirkan chipset Snapdragon 200 yang umumnya memiliki performa untuk pemakaian ponsel secara normal. Sayangnya (saat artikel ini dibuat), Snapdragon 200 series tidak dilanjutkan lagi sejak 2018.

7. Snapdragon 400 Series

Snapdragon 400

Snapdragon 400 hadir sebagai chipset untuk smartphone dengan harga terjangkau tetapi memiliki performa yang sudah cukup layak untuk sebuah ponsel pintar. Hal ini juga dipengaruhi karena Snapdragon 400 dibangun dengan arsitektur ARM Cortex A7 yang sudah mendukung tampilan HD.

Snapdragon 400 dikembangkan lebih dan memiliki banyak seri. Sebut saja Snapdragon 410, 412, 415, 425, 427, 430, 435, 429. 439, dan 450. Di keluarga Snapdragon 400 ini, Snapdragon 425 adalah chipset yang tergolong populer. Tidak sedikit ponsel harga Rp1 jutaan yang memakai Snapdragon 425, sebut saja Xiaomi Redmi 5A, Samsung Galaxy J2, Moto E5 Play, dan masih banyak lagi.

Snapdragon 400 ini tampaknya bakal terus diproduksi seri terbarunya. Hal ini dipengaruhi karena banyaknya orang yang masih membutuhkan smartphone dengan kemampuan prosesor yang masih bisa diandalkan dan tidak lambat diajak multitasking maupun main gim sederhana.

Daftar Chipset Snapdragon Terbaik

Setelah mengetahui ada banyak chipset Snapdragon, pasti timbul pertanyaan, di antara chipset-chipset tersebut, manakah yang memiliki performa yang baik? Apakah keluarga Snapdragon 800 selalu di atas? Untuk menjawabnya, simak daftar chipset Snapdragon terbaik yang diurut berdasarkan “kemampuan terbaiknya”.

1. Snapdragon 8 Gen 1

snapdragon 8 gen 1

Snapdragon 8 Gen 1 merupakan chipset perdana kelas atas dari Qualcomm dengan nama baru. Chipset ini merupakan penerus dari Snapdragon 888 dan 888+. Setelah Snapdragon 8 Gen 1, nama chipset kedepannya akan menjadi Snapdragon 8 Gen 2, Gen 3, dan seterusnya. 

Snapdragon 8 Gen 1 adalah salah satu chipset terbaik di 2022. Chipset ini sendiri merupakan chipset yang punya performa 20 persen lebih baik dari seri sebelumnya. Chipset ini juga diklaim lebih hemat sebesar 30 persen dibandingkan Snapdragon 888. 

Chipset ini sendiri memakai CPU Armv9. Di dalam chipset ini, terdapat  tiga kluster prosesor. Prosesor utamanya adalah Cortex-X2 dengan kecepatan clock 3,0 GHz. Kluster kedua, adatiga core Cortex-A710 dengan kecepatan 2,5GHz. Kluster ketiga, yakni empat core Cortex A510 berkecepatan 1,8 GHz.

Sementara dari sisi GPU, chipset ini hadir dengan GPU Adreno 730. GPU ini diklaim Qualcomm memiliki peningkatan grafis 30 persen dengan penghematan daya 25 persen dibandingkan seri Snapdragon 888. Terdapat juga fitur API Vulkan dengan kinerja 60 persen lebih cepat. Fitur ini berguna untuk game 3D tingkat lanjut dan game emulator yang butuh grafis tinggi.

Banyak ponsel kelas atas yang sudah memakai Snapdragon 8 Gen 1. Xiaomi 12 dan 12 Pro adalah dua dua diantaranya. Seri Samsung Galaxy S22 yang masuk resmi ke Indonesia pun memakai chipset Snapdragon 8 Gen 1. Ada juga realme GT2 Pro yang juga memakai chipset ini dan hadir resmi di Indonesia.

2. Snapdragon 888 dan 888+

Snapdragon 888

Di 2021, Snapdragon 888 5G merupakan chipset yang menawarkan performa kencang di ekosistem Android. Chipset yang dikembangkan Qualcomm ini mampu hadirkan performa yang maksimal. Beberapa ponsel dengan Snapdragon 888 5G punya skor Antutu di angka 600 sampai 700 ribuan. Angka yang tergolong tinggi.

Chipset dengan fabrikasi 5 nm ini sendiri merupakan chipset yang menawarkan konsep tiga kluster prosesor. Pertama, kluster Kryo 680 berjumalah empat core dengan kecepatan 1.8 GHz untuk performa yang hemat daya. Kluster kedua hadir dengan tiga core Kryo 680 dengan kecepatan 2.42 GHz untuk performa kencang. Dan  kluster prime Kryo 680 dengan satu core berkecepatan 2,84 GHz untuk performa lebih kencang.

Dengan spesifikasi tersebut, ponsel dengan Snapdragon 888 5G dapat menghasilkan nilai Antutu 8 di angka 700 ribuan. Namun, chipset ini tidak sekadar menawarkan performa. Ada juga fitur tambahan lain yang membuat chipset ini tergolong matang untuk digunakan di ponsel kelas atas. Salah satunya adalah fitur dukungan pengambilan gambar dalam cahaya rendah hingga pada titik 0,1 Lux.

Baca juga  10 HP Samsung Harga di Bawah 5 Jutaan Terbaik (September 2022)

Snapdragon 888 5G juga dilengkapi dengan tiga image signal processor (ISP) sekaligus, yakni Qualcomm Spectra 580, yang memungkinkan prosesor ini dapat mengakomodasi berbagai pekerjaan yang dilakukan smartphone hingga 25 persen lebih cepat. Selain itu, Snapdragon 888 5G sudah punya fitur-fitur modern. Sebut saja dukungan FastConnect 6900 6GHz, 4K QAM, dan Bluetooth 5.2

Snapdragon 888 5G ini jadi chipset kencang di 2021. Sayangnya, ada beberapa ponsel yang punya isu terhadap panasnya prosesornya. Namun, panas ini tidak terlalu mengganggu sebenarnya. Snapdragon 888 5G sendiri dipakai di ponsel Xiaomi Mi 11, Mi 11 Ultra, OPPO Find X3 Pro, ASUS ROG Phone 5, ASUS Zenfone 8, dan lainnya.

Selain Snapdragon 888, Qualcomm juga merilis Snapdragon 888+ atau Snapdragon 888 Plus. Chipset ini diumumkan kehadirannya pada Mobile World Congress. Dari namanya, chipset ini punya dasar spesifikasi Snapdragon 888 tetapi dengan kemampuan prosesor yang meningkat.

Snapdragon 888 Plus ini hadir membawa clock core Kryo 680 yang kecepatannya meningkat menjadi 2.995GHz dari yang sebelumnya 2.84Ghz. Chipset ini juga didukung dengan teknologi Qualcomm AI Engine generasi ke-6 dengan kinerja hingga 32 TOPS (Tera Operations Per Second), meningkat 20 persen dari 26 TOPS pada Snapdragon 888 biasa.

3. Snapdragon 870

Snapdragon 870

Snapdragon 870 adalah chipset besutan Qualcomm yang mendukung jaringan 5G dan banyak digunakan ponsel kelas atas di 2021. Ponsel yang masuk resmi ke Indonesia yang memakai chipset ini adalah POCO F3, vivo X60, dan vivo X60 Pro. Sementara di pasar global, banyak produsen ponsel yang memakai chipset ini.

Kehadiran chipset ini dianggap sebagai langkah Qualcomm agar produsen punya alternatif chipset kelas atas di 2021 selain Snapdragon 888. Pasalnya, banyak yang beranggapan kalau Snapdragon 888 punya performa yang terlalu kencang dan membuat ponsel punya bodi yang panas.

Perkiraan orang itu juga didasari karena Snapdragon 870 pada dasarnya adalah Snapdragon 865+ yang ditambah lagi kemampuannya.

Di dalam chipset Snapdragon 870 ini, tersemat tiga kluster prosesor. Pertama, kluster Kryo 585 berjumlah empat core dengan kecepatan 1,8 GHz untuk performa yang hemat daya. Kluster kedua hadir dengan tiga core Kryo 585 dengan kecepatan 2, 42 GHz untuk performa kencang. Dan  kluster prime Kryo 585 dengan satu core berkecepatan 3,2 GHz untuk performa lebih kencang.

Pembeda dalam hal ini hanya ada di kluster prime Kryo 585 yang punya 0,1 GHz lebih tinggi dari Snapdragon 865+. Sisanya, GPU dan fitur-fitur lain di dalamnya mirip dengan Snapdragon 865+.

4 Snapdragon 865 dan 865+

Snapdragon 865

Snapdragon 865 adalah chipset yang kencang. Chipset ini hadir dengan delapan core prosesor dan GPU Adreno 650. Chipset ini juga dilengkapi dengan modem bawaan  Snapdragon™ X55 5G sehingga membuat smartphone yang memakai chipset ini sudah mendukung 5G.

Untuk prosesor di chipset ini, terdapat tiga kluster. Kluster pertama adalah kluster Kryo 585 berjumlah empat core dengan kecepatan 1.8 GHz untuk performa yang hemat daya. Kluster kedua hadir dengan tiga core dengan kecepatan 2.42 GHz untuk performa kencang. Dan satu kluster prime Kryo 585 2.84 GHz untuk performa lebih kencang.

Chipset ini memakai DSP Qualcomm® Hexagon™ Vector eXtensions atau DSP Hexagon 698. Sementara untuk ISP, chipset ini hadir dengan Qualcomm Spectra™ 480.

ISP ini mendukung sensor satu kamera sampai 200 MP. Artinya, jika ada vendor yang ingin memakai resolusi 200 MP, hanya satu kamera utama yang bisa memakai resolusi tersebut. Kamera lainnya resolusinya standar.

Snapdragon 865 memiliki varian upgrade yang dinamakan Snapdragon 865+ atau Snapdragon 865 Plus. Teknologi yang digunakan di Snapdragon 865+ serupa dengan Snapdragon 865. Pembedanya ada pada jumlah clock CPU dan GPU yang ditingkatkan.

Peningkatan itu terlihat dari kluster Kryo 585 Prime yang mencapai 3,1 GHz, bukan 2,84 GHz. Sementara GPU Adreno 650 pada Snapdragon 865+ diklaim oleh Qualcomm memiliki kecepatan 10 persen lebih tinggi dibandingkan Adreno 650 pada Snapdragon 865 standar.

Selain itu, peningkatan juga hadir di kecepatan Wifi. Di Snapdragon 865+, terdapat fitur Qualcomm FastConnect 6900. Dengan fitur ini, smartphone yang memakai Snapdragon 865+ dapat memainkan gim sampai 144 fps. Tersedia pula fitur True 10-bit HDR gaming. Fitur-fitur ini menegaskan kalau Snapdragon 865+ ditujukan untuk smartphone gaming.

5. Snapdragon 860

Snapdragon 860Sumber: mi.com

Snapdragon 860 merupakan chipset yang bisa dibilang sebagai Snapdragon 855++. Hal ini karena apa yang ada di Snapdragon 860 merupakan hal yang sama dengan chipset Snapdragon 855 dan Snapdragon 855+. Clock speed yang ada di chipset ini juga serupa dengan Snapdragon 855+.

Pembedanya hanya ada di peningkatan beberapa sektor. Qualcomm melakukan sejumlah peningkatan, termasuk dukungan hingga RAM 16GB. Chipset ini diklaim menawarkan kemampuan rendering graphics 15 persen lebih cepat jika dibandingkan Snapdragon 855. Begitu pula dengan performa CPU-nya yang sudah ditingkatkan. Contoh ponsel yang memakai chipset ini adalah POCO X3 Pro.

6. Snapdragon 780G

Snapdragon 780G
Woman’s hand taking a photo of local city street view in Hong Kong with smartphone

Snapdragon 780G adalah chipset Qualcomm pertama yang dibangun dengan fabrikasi 5 nm. Karena itu, bisa dibilang chipset ini menawarkan performa yang bisa melampaui beberapa tipe Snapdragon 800 series. Terlebih karena Snapdragon 780G membawa arsitektur yang sama dengan apa yang tertanam di Snapdragon 888 5G.

Hal menarik adalah Snapdragon 785G dibekali Spectra 570 triple ISP, sebuah ISP yang biasanya hadir di Snapdragon 800 series. Selain itu, chipset ini juga dibekali Qualcomm AI Engine generasi keenam yang ditangani oleh prosesor Hexagon 770.

Snapdragon 780G ini hadir dengan prosesor tipe Kryo 670. Prosesor ini hadir dengan kombinasi empat prosesor untuk hemat daya, dua prosesor berkecepatan 2,2 GHz untuk performa kencang, dan satu prosesor 2,4 GHz untuk performa yang lebih kencang. Sementara untuk grafisnya, chipset ini hadir dengan Adreno 642 yang diklaim lebih kencang 50 persen dibandingkan Adreno 620 di Snapdragon 765.

Snapdragon 780G pertama kalinya hadir di seri Xiaomi Mi 11 Lite 5G. Berdasarkan berbagai sumber, Xiaomi Mi 11 Lite 5G ini punya nilai Antutu kisaran 560 ribuan.

Baca juga  Inilah 5 Perbedaan Antara vivo V23 5G dan vivo V25 5G

7. Snapdragon 7 Gen 1

snapdragon 7 gen 1

Snapdragon 7 Gen 1 merupakan chipset 5G besutan Qualcomm di segmen upper mid-range dengan konsep penamaan yang baru, diselaraskan dengan Snapdragon 8 Gen 1. Ini juga merupakan chipset dari keluarga “Snapdragon 700” yang menghadirkan fabrikasi rendah 4 nm untuk hadirkan efisiensi daya setinggi mungkin.

Chipet yang diumumkan pada kuartal kedua tahun 2022 ini mengusung arsitektur CPU ARMv9, membawakan konfigurasi octa-core yang mencakup satu inti prima Kryo Prime (berbasiskan Cortex A710) dengan kekuatan 2.4 GHz, tiga inti performa Kryo Gold (berbasiskan Cortex A710) berkekuatan 2.36 GHz, serta empat inti hemat daya Kryo Silver (berbasiskan Cortex A510) berfrekuensi 1.8 GHz.

Snapdragon 7 Gen 1 juga membawakan kartu pengolah grafis Adreno 662 yang Qualcomm klaim 20% lebih baik dari GPU yang digunakan Snapdragon 778G. Selain itu, SoC tersebut kini menghadirkan teknologi Adreno Frame Motion Engine yang dapat meningkatkan frame rate saat bermain gim sembari menjaga daya agar tetap awet.

Chipset yang dianggap sebagai penerus dari Snapdragon 778G/778G+ ini juga menawarkan QUalcomm Spectra Triple ISP yang mendukung pemotretan kamra utama hingga resolusi 200 MP, HDR 4K, serta Deep Learning Face Detect yang didasari pada facial landmark sebanyak 300 buah.

Keunikan lain dari chipset ini terletak pada dukungan konektivitasnya. Snapdragon 7 Gen 1 bisa dianggap salah satu yang pertama di seri Qualcomm Snapdragon yang hadirkan dukungan Bluetooth 5.3.

Adapun untuk jaringan selulernya, Snapdragon 7 Gen 1 dilengkapi dengan modem X62 5G RF System generasi ke-4 serta FastConnect 6900. Alhasil, chipset inipun bahkan sanggup mendukung koneksi jaringan WiFi 6 dan WiFi 6E yang memiliki kecepatan mencapai 3,6 Gb per detik.

Ponsel pintar perdana yang berkesempatan mencicipi dahsyatnya performa Snapdragon 7 Gen 1 adalah OPPO Reno8 Pro 5G yang dirilis pada 11 Juni 2022 secara global.

8. Snapdragon 778G dan 778G+

snapdragon 778g

Snapdragon 778G  hadir dengan delapan inti yang terdiri dari dua kluster. Kluster pertama ada empat prosesor Kryo 670 dengan kecepatan 1,9 GHz. Yang kedua, ada kluster Kryo 670 yang juga punya empat prosesor dengan kecepatan 2,4 GHz. Sementara dari sisi GPU, hadir Adreno 642L sebagai dapur pacu grafisnya. 

Chipset ini dilengkapi dengan ISP Qualcomm Spectra 570L. ISP ini punya fitur Triple ISP, sebuah fitur untuk mengambil tiga foto atau video secara bersamaan, termasuk wide, ultra-wide, dan zoom. ISP ini juga mendukung perekaman video 4K HDR10 + yang menangkap lebih dari satu miliar warna dan mendukung Staggered HDR (High Dynamic Range). 

Dari sisi AI, chipset ini punya fitur Qualcomm® Hexagon ™ 770. Sistem AI ini  menghadirkan kemampuan hingga 12 TOP dan 2X performa dengan peningkatan performa per Watt dibandingkan pendahulunya.

Untuk konektivitas, chipset ini dilengkapi modem-RF Snapdragon X53 5G yang menghadirkan kemampuan mmWave dan sub-6 5G ke lebih banyak pengguna di seluruh dunia. Karena itu ponsel dengan chipset ini mendukung jaringan 5G. 

Sementara Snapdragon 778G+ merupakan penerus dari Snapdragon 778G. Chipset ini merupakan penyempurnaan dari Snapdragon 778G. Penyempurnaan tersebut terlihat dari peningkatan Kryo 670 Prime yang berjalan pada 2,5 GHz, naik 0,1 GHz. Sisi GPU juga mengalami peningkatan sebesar 20 persen. 

Saat artikel ini ditulis, belum ada ponsel yang rilis dengan chipset Snapdragon 778G+. Kalau yang memakai Snapdragon 778G sudah cukup banyak. Sebut saja yang sudah masuk resmi ke Indonesia yakni Samsung Galaxy A52s 5G, Samsung Galaxy M52, dan realme GT Master Edition.

9. Snapdragon 855 dan 855+

snapdragon 855

Snapdragon 855 adalah chipset dengan prosesor dan GPU yang kencang. Prosesor yang dipakai di chipset ini adalah prosesor Kryo 485 dan pengolah grafis Adreno 640. Chipset ini juga hadir dengan DSP Hexagon 690 dan ISP Spectra 380 yang mendukung sensor kamera sampai 48 MP.

Snapdragon 855 juga adalah chipset yang sudah dilengkapi modem untuk jaringan 5G. Meskipun untuk yang satu ini harus diaktifkan terlebih dulu yang berarti perangkat yang memakai chipset ini tidak otomatis mendukung 5G.

Smartphone dengan Snapdragon 855 umumnya adalah smartphone kelas atas alias flagship. Harga ponsel dengan Snapdragon 855 juga tergolong mahal. Beberapa tipe ponsel yang sudah memakai Snapdragon 855 adalah Meizu 16s, Lenovo Z5 Pro GT, Xiaomi Mi 9, Oppo Reno 10x Zoom, dan LG G8 ThinQ.

Snapdragon 855 punya versi upgrade yakni Snapdragon 855+. Snapdragon 855+ ini memiliki clock CPU yang lebih tinggi untuk Kryo 485 Gold satu core-nya. Sementara untuk GPU, masih sama yakni Adreno 640 tetapi dengan kecepatan 672 MHz. Sementara Adreno 640 di Snapdragon 855 hanya memiliki kecepatan 585 MHz.

Snapdragon 855+ banyak digunakan untuk ponsel kelas atas, terutama untuk kebutuhan bermain gim. Beberapa ponsel yang memakai chipset ini diantaranya ASUS ROG Phone II, Realme X2 Pro, Black Shark 3 Pro, dan Realme X3 Superzoom.

10. Snapdragon 845

Snapdragon 845

Sebelum Snapdragon 855 hadir, Snapdragon 845 hadir sebagai chipset Qualcomm yang kencang. Chipset ini dibekali dengan prosesor Kryo 385, Adreno 630, dan dukungan kamera mencapai 32 MP. Ponsel dengan chipset Snapdragon 845 jelas kencang dan baik dalam menjalankan berbagai gim.

Umumnya ponsel dengan Snapdragon 845 berharga mahal. Pengecualian untuk Pocophone F1, yang merupakan ponsel Snapdragon 845 paling murah. Disusul kemudian dengan ponsel lain yang harganya lebih mahal seperti  Asus Zenfone 5z, OnePlus 6, LG G7 ThinQ, Xiaomi Black Shark, dan yang lainnya.

Ponsel dengan Snapdragon 845 umumnya memiliki nilai Antutu 280 ribu sampai 300 ribuan. Sementara, Snapdragon 855 bisa memiliki nilai Antutu kisaran 340 ribuan ke atas. Oh yah, Snapdragon 845 memiliki versi kencangnya yakni Snapdragon 850 yang khusus untuk perangkat Windows 10 PC.

Selain daftar di atas, ada chipset lain yang cukup populer dan punya kemampuan baik, terutama chipset kelas menengah seperti Snapdragon 660 dan Snapdragon 636. Namun, tentu saja nantinya daftar bakalan panjang karena itu dibatasi sampai 10 jenis chipset saja.

Demikianlah pemaparan tentang jenis-jenis chipset Snapdragon dan pemaparan soal chipset terbaik dari Snapdragon. Semoga artikel ini bermanfaat!


https://actoncloud.com